Orbit Bumi kian sesak dengan tumpukan sampah luar angkasa hasil peluncuran roket dan satelit manusia. Lonjakan peluncuran satelit yang mencatat ribuan objek di ruang angkasa meningkatkan risiko serpihan roket kembali jatuh ke permukaan Bumi.
Salah satu kejadian paling unik tercatat dalam Guinness World Records, yakni saat seorang perempuan bernama Lottie Williams tertimpa serpihan roket saat berjalan santai di taman Tulsa, Oklahoma. Peristiwa ini terjadi pada Januari 1997 dan merupakan satu-satunya kasus manusia terkena sampah luar angkasa secara langsung.
Lonjakan Sampah Luar Angkasa
Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah objek buatan manusia yang mengelilingi Bumi melonjak drastis. Pada 1996, hanya ada 77 peluncuran ke orbit, sementara prediksi tahun-tahun mendatang mencapai ribuan peluncuran satelit. Saat ini, lebih dari 18.000 satelit aktif atau tak aktif terdeteksi mengitari Bumi, dengan hampir separuhnya merupakan satelit Starlink milik SpaceX, yang dibangun untuk menyediakan jaringan internet global.
Kemajuan teknologi dan ambisi membangun jaringan internet satelit dari para konglomerat, Elon Musk dan Jeff Bezos, turut memperbanyak pembuangan sisa roket dan perangkat luar angkasa. Namun, keberadaan sampah ini bukan tanpa dampak. Objek-objek sisa peluncuran yang tidak terkontrol bisa masuk kembali ke atmosfer Bumi dan jatuh sembarangan.
Kasus Unik Serpihan Roket Menimpa Manusia
Kasus Lottie Williams menjadi bukti nyata potensi bahaya sampah luar angkasa. Pada saat itu, serpihan berupa potongan fiberglass sepanjang 12,7 cm dengan berat sekitar kaleng minuman jatuh mengenai bahu Williams. Walau objek meluncur dari orbit dengan kecepatan tinggi, laju benda telah melambat signifikan sehingga ia selamat tanpa luka serius.
Serpihan yang menimpa Williams telah diidentifikasi sebagai bagian roket Delta II yang diluncurkan beberapa bulan sebelumnya. Selain serpihan kecil, tangki cairan berat 250 kilogram dari roket yang sama juga ditemukan jatuh di Texas. Peristiwa ini menunjukkan bahwa meski sebagian besar roket terbakar habis di atmosfer, beberapa bagian bisa tetap bertahan dan jatuh ke permukaan.
Risiko dan Prediksi Bahaya Sampah Luar Angkasa
Penelitian terhadap data antara 1992 hingga 2022 mengungkap fakta mengejutkan. Dari sekitar 1.500 roket bekas yang sudah keluar orbit, 70 persen di antaranya lepas kontrol dan tidak terpantau secara benar. Menggunakan model statistik populasi, para peneliti memprediksi ada peluang 10 persen seseorang bisa terkena serpihan roket dalam waktu 10 tahun ke depan.
Meski revolusi teknologi peluncuran kini mulai memperhitungkan lokasi dan waktu jatuhnya sisa roket, sistem keamanan ini belum sepenuhnya menghilangkan risiko. Sisa roket yang jatuh secara tidak terkontrol masih memungkinkan untuk membahayakan aktivitas di daratan, termasuk yang sedang berjalan santai.
Dampak dan Tantangan Sampah Luar Angkasa bagi Bumi
Sampah luar angkasa bukan hanya ancaman bagi keselamatan manusia di permukaan, tetapi juga berisiko merusak satelit yang beroperasi. Kerusakan pada satelit akan mengganggu berbagai layanan penting seperti komunikasi, navigasi, dan pengamatan cuaca.
Selain itu, penanganan sampah luar angkasa juga menghadirkan tantangan teknis dan regulasi internasional. Berbagai badan antariksa dunia mulai mengembangkan teknologi untuk membersihkan orbit dan mengontrol peluncuran agar serpihan roket lebih cepat terbakar habis di atmosfer.
Daftar Risiko Sampah Luar Angkasa:
- Jatuhnya serpihan roket yang tidak terkontrol ke daratan.
- Rusaknya satelit aktif akibat tabrakan dengan sampah luar angkasa.
- Gangguan terhadap layanan komunikasi dan jaringan internet global.
- Ancaman keselamatan manusia di permukaan Bumi.
- Kesulitan teknis dalam pembersihan dan pengelolaan sampah luar angkasa.
Kejadian Lottie Williams menunjukan bahwa ancaman tersebut bukanlah sebuah fiksi tapi realitas yang mungkin terjadi kapan saja. Kewaspadaan dan upaya penanganan menyeluruh dari berbagai pihak menjadi kunci untuk mengurangi risiko ancaman ini di masa mendatang. Peningkatan sistem peluncuran serta inovasi teknologi untuk meminimalkan sampah luar angkasa sangat penting agar keselamatan manusia di Bumi tetap terjaga.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com