Sony menegaskan bahwa teknologi TV terbarunya bukan sekadar variasi dari tren RGB Mini LED yang sedang ramai, melainkan versi yang benar-benar akurat. Perangkat ini akan hadir dengan nama True RGB, dan perusahaan menyebutnya sebagai langkah yang menempatkan presisi warna di atas sekadar klaim menjadi yang pertama.
Pernyataan itu muncul setelah Sony memamerkan prototipe TV True RGB dan menjelaskan alasan di balik pendekatan barunya. Dalam presentasi internal, Sony menegaskan tujuan mereka sederhana namun ambisius: “Our goal isn’t to be first – it’s to be true.”
Apa yang membedakan True RGB
Sony menempatkan akurasi sebagai inti teknologi ini. Menurut Neil King, Director of Sony Home Entertainment Europe, True RGB memakai “three independently controllable RGB diodes,” sehingga warna yang dihasilkan benar-benar berasal dari tiga komponen dasar yang bisa dikendalikan secara terpisah.
Pendekatan itu berbeda dari sebagian TV RGB Mini LED lain yang memakai dua dioda, yakni hijau dan biru, lalu cahaya diarahkan melalui lapisan fosfor untuk membentuk warna yang diinginkan. Sony menilai cara tersebut tidak setara dengan konfigurasi RGB sejati karena hasilnya masih bergantung pada proses tambahan.
King juga menekankan bahwa Sony mengejar reproduksi yang presisi untuk warna sekaligus tingkat kecerahan. Ia mengatakan teknologi ini dirancang agar konsisten di berbagai kondisi ruang tamu, termasuk dari sudut pandang yang berbeda.
Fokus pada konsistensi gambar
Sony tidak hanya berbicara soal warna yang lebih kaya, tetapi juga soal stabilitas visual ketika TV dipakai di rumah. Perusahaan menyebut bahwa True RGB dirancang untuk menjaga kecerahan, kontras, dan warna tetap seragam di beragam ruangan dan sudut pandang.
- Warna harus tetap akurat saat TV dilihat dari samping.
- Kecerahan perlu stabil di kondisi ruangan yang berubah-ubah.
- Kontras harus tetap terjaga pada konten terang maupun gelap.
- Reproduksi warna harus konsisten pada gambar sederhana dan kompleks.
Sony menilai kombinasi tiga hal itu jauh lebih penting daripada sekadar mengejar ukuran LED yang makin kecil. Perusahaan bahkan menyebut bahwa performa RGB Mini LED lebih ditentukan oleh kepadatan LED dan algoritma pengendaliannya, bukan semata ukuran fisik LED.
Kepadatan LED dan algoritma baru
Sony mengungkap bahwa jarak antarunit RGB LED pada True RGB berada di sekitar 1 cm. Setiap dioda berukuran “several hundred micrometres,” atau sangat kecil, hingga Sony menyebut pengecilan 100 mikrometres lagi tidak akan memberi dampak berarti pada kualitas gambar.
Pernyataan itu terdengar seperti sindiran halus kepada produsen lain yang gencar memakai istilah “micro” untuk menonjolkan ukuran LED. Sony ingin menegaskan bahwa kualitas visual tidak bisa dinilai hanya dari ukuran komponen, karena hasil akhir lebih banyak ditentukan oleh cara lampu latar itu dikendalikan.
Sony juga menyebut sudah mengembangkan backlight drive baru untuk teknologi ini. Detail teknisnya belum dibuka sepenuhnya, tetapi perusahaan memberi sinyal bahwa sistem pengolahan cahaya latar menjadi salah satu pembeda utama True RGB.
Bukan hasil kerja instan
Sony menegaskan bahwa True RGB bukan produk tren musiman. Perusahaan menyebut pengembangan ini sebagai lanjutan dari perjalanan panjang yang sudah dimulai sejak 2004, ketika mereka merilis Qualia 005, TV komersial pertama dengan RGB LED backlight.
Yoshihiro Ono, Head of Sony’s Home Entertainment Business Unit, menyebut proyek ini sebagai gabungan sejarah panjang dan inovasi terbaru. Daisuke Nezu juga menambahkan bahwa penugasan pertamanya di Sony dulu berkaitan dengan TV Qualia, yang menunjukkan betapa lamanya perusahaan berkutat di area ini.
JT Austin, Technology Manager Sony North America, mengatakan bahwa evolusi warna dan teknologi LED selama dua dekade telah membawa Sony ke momen ini. Pernyataan itu memperkuat kesan bahwa True RGB lahir dari riset panjang, bukan dari kebutuhan ikut-ikutan pasar.
Hasil demonstrasi awal terlihat menjanjikan
Dalam demonstrasi yang diperlihatkan Sony, True RGB dibandingkan dengan dua rival yang tidak disebut namanya. Sony menunjukkan bahwa salah satu pesaing cenderung mengubah backlight dari warna ke putih pada hampir semua jendela uji warna penuh, sementara pesaing lain kesulitan menampilkan warna rumit seperti cyan dan pink.
Hasil berbeda justru ditunjukkan True RGB. Backlight-nya mampu mereproduksi warna yang diminta dengan akurasi tinggi, baik pada jendela warna penuh maupun pada gambar kompleks yang memuat banyak warna sekaligus.
Kesan awal itu penting karena pasar TV premium kini penuh dengan klaim soal warna dan lokal dimming. Jika Sony benar-benar mampu mempertahankan akurasi pada beragam konten dan kondisi ruang, True RGB bisa menjadi salah satu pendatang paling serius di kelas high-end TV.
Sony memang belum membuka nama model, ukuran layar, atau spesifikasi lengkap, tetapi arah pengembangannya sudah cukup jelas. True RGB diposisikan sebagai teknologi yang menekankan presisi warna, kendali backlight yang lebih matang, dan konsistensi gambar yang dirancang untuk penggunaan nyata di ruang tamu.







