World Liberty Financial, proyek kripto yang didirikan bersama oleh Presiden AS Donald Trump dan anak-anaknya, kini berbalik menyerang salah satu pendukung awalnya yang paling menonjol. Perusahaan itu pada Senin menggugat defamasi pengusaha kripto asal Hong Kong, Justin Sun, di pengadilan negara bagian Florida.
Sengketa ini menandai perubahan tajam dari hubungan yang sebelumnya terlihat hangat. World Liberty menuduh Sun menjalankan “kampanye pencemaran nama baik” yang sengaja dirancang untuk menekan harga token WLFI saat perdagangan publik dimulai pada September.
Tuduhan soal token dan tekanan harga
Dalam unggahan di X, World Liberty mempublikasikan salinan gugatan dan menyebut Sun melakukan transfer token WLFI secara tidak semestinya ke bursa kripto Binance. Perusahaan juga menuduh Sun memasang taruhan bahwa nilai pasar WLFI akan turun, atau short-selling, sebagai bagian dari upaya terkoordinasi untuk mendorong harga token turun.
Zach Witkoff, CEO World Liberty, menulis di X bahwa Sun menjalankan kampanye fitnah untuk “membakar reputasi” perusahaan. Ia juga mengatakan Sun tahu klaimnya palsu, tetapi tetap membuatnya untuk merugikan pemegang token WLFI.
Sun membantah tuduhan itu. Kepada Reuters, ia menyebut gugatan tersebut hanya “aksi PR tanpa dasar” dan mengatakan siap menghadapi perkara itu di pengadilan.
Gugatan balasan dari Sun
Sebelum langkah hukum terbaru ini, Sun sudah lebih dulu menggugat World Liberty pada April. Ia menuduh perusahaan membekukan token yang ia beli secara ilegal.
Dalam gugatan itu, Sun mengatakan World Liberty diam-diam memasang alat untuk mencegah penjualan tokennya setelah token tersebut bisa diperdagangkan pada September 2025. Ia juga membantah telah melakukan short-selling terhadap token WLFI.
World Liberty menolak tuduhan itu dan menyatakan kemampuan untuk membekukan token sudah diungkapkan dalam Terms of Sale. Perseteruan hukum ini kini berkembang menjadi duel klaim yang saling bertolak belakang antara perusahaan dan salah satu investor besarnya.
Dari hubungan dekat menjadi konflik terbuka
Hubungan Sun dan World Liberty sebelumnya sangat dekat. Sun menjadi salah satu pendukung awal proyek itu pada akhir 2024 dan awal 2025 setelah membeli token senilai $45 juta dan ditunjuk sebagai penasihat.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa dukungan awal Sun sangat penting untuk membantu proyek itu berjalan. Eric Trump, salah satu pendiri World Liberty dan putra presiden, bahkan menyebut Sun sebagai “teman baik” dan “ikon di dunia kripto” dalam unggahan X pada 16 Juni.
Pada 1 September, hari ketika token mulai diperdagangkan secara publik, Sun sempat menulis bahwa ia benar-benar percaya proyek itu akan menjadi salah satu yang terbesar dan terpenting di dunia kripto. Kini, nada itu berubah total seiring gugatan dan saling serang yang terbuka ke publik.
Dampak ke pasar dan nilai kepemilikan Sun
Setelah kabar gugatan itu muncul, token World Liberty naik sekitar 12% dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, token tersebut masih turun sekitar 72% sejak mulai diperdagangkan pada 1 September.
Kepemilikan Sun sebanyak 4 miliar token di World Liberty kini bernilai sekitar $264 juta. Di saat yang sama, World Liberty tetap menjadi bisnis kripto paling menonjol di antara sejumlah usaha kripto menguntungkan yang didirikan atau dikendalikan keluarga Trump.
Menurut analisis Reuters, keluarga Trump telah meraup lebih dari $1 miliar dari World Liberty. Anggaran dasar perusahaan juga menyebutkan bahwa 75% pendapatan dari penjualan token WLFI dialirkan kepada keluarga Trump.
