Coinbase mengalami gangguan layanan selama beberapa jam pada Kamis malam hingga Jumat pagi setelah masalah pada infrastruktur Amazon Web Services memukul sistem perdagangan inti bursa kripto itu. Gangguan ini membuat sebagian pengguna kesulitan mengakses aplikasi, mentransfer dana, dan mengeksekusi transaksi.
Coinbase mengatakan gangguan bermula sekitar pukul 8 malam ET ketika sistemnya mendeteksi tingkat error yang meningkat di sejumlah layanan. Perusahaan kemudian melacak sumber masalah ke kegagalan di AWS Availability Zone use1-az4 pada wilayah US-EAST-1.
Dampak ke pengguna meluas
Keluhan pengguna melonjak di Downdetector sekitar pukul 6 sore ET dan tetap tinggi sepanjang malam sebelum menurun pada Jumat pagi. Dari laporan yang masuk, sekitar 33% terkait transfer dana, 33% lainnya terkait masalah trading, dan sekitar 29% berhubungan dengan aplikasi mobile Coinbase.
Coinbase menyebut masalah utama sudah teratasi dan mengarahkan pengguna yang masih memiliki pertanyaan soal akun ke Coinbase Support. Perusahaan juga menegaskan timnya akan melakukan analisis penuh atas insiden tersebut.
AWS dan perdebatan soal cakupan gangguan
Coinbase mengatakan sistemnya dirancang untuk pulih dari gangguan pada satu availability zone. Namun, perusahaan menyebut kali ini gangguan memengaruhi beberapa zona AWS sehingga menyebabkan apa yang disebut sebagai “extended outage” pada layanan trading inti saat AWS berupaya memulihkan kontrol suhu dan layanan terkelola lainnya.
Amazon membantah penjelasan Coinbase kepada Decrypt dan menyatakan bahwa pada akhirnya hanya satu availability zone yang terdampak. Coinbase juga mengatakan detail insiden masih bisa berubah seiring investigasi berjalan dan setelah AWS menerbitkan laporan retrospektif resmi.
Gangguan ini mengikuti insiden lain yang terkait AWS pada Oktober yang sempat membuat Coinbase dan Robinhood offline untuk sementara. Saat itu, sebagian pengguna tidak bisa mengakses akun atau mengeksekusi transaksi.
Latar yang lebih luas di Coinbase
Gangguan terjadi ketika Coinbase makin dalam mendorong infrastruktur AI berbasis cloud dan stablecoin melalui kemitraan dengan perusahaan seperti Amazon Web Services dan Stripe. Di saat yang sama, CEO Brian Armstrong juga sedang merombak perusahaan ke arah model operasi yang ia sebut AI-first.
Armstrong menulis di X bahwa AI membawa perubahan besar dalam cara perusahaan beroperasi dan Coinbase tengah dibentuk ulang untuk memimpin era baru itu. Ia juga menegaskan bahwa AI perlu dimanfaatkan di setiap aspek pekerjaan di perusahaan.
