5 Hal yang Cuma Bisa Dilakukan iPad Pro, dan Bikin iPad Air Terlihat Biasa Saja

Bagi banyak orang, iPad Air dengan chip M4 sudah lebih dari cukup untuk kerja harian, hiburan, dan sejumlah tugas berat. Namun iPad Pro tetap punya keunggulan yang tidak dimiliki iPad Air, terutama untuk pengguna yang butuh layar lebih mulus, fitur kreatif lebih lengkap, dan konektivitas yang lebih cepat.

Perbedaan itu tidak hanya terasa pada performa mentah. Ada juga sensor tambahan, dukungan antarmuka yang lebih maju, serta fitur kecil yang baru benar-benar terasa manfaatnya setelah perangkat dipakai dalam rutinitas harian.

Layar yang lebih halus dan adaptif

iPad Pro terbaru memakai layar 120 Hz dengan ProMotion, sehingga animasi dan perpindahan antar layar terasa lebih mulus. Bagi pengguna yang terbiasa dengan refresh rate tinggi, layar 60 Hz di iPad Air bisa terasa lebih lambat atau kurang responsif.

ProMotion juga memungkinkan refresh rate berubah-ubah sesuai aktivitas. Saat iPad Pro menampilkan gambar statis atau sedang tidak aktif, refresh rate bisa turun hingga 10 Hz untuk membantu efisiensi daya dan performa.

Fitur kamera yang lebih lengkap untuk kreator

Pada kamera, iPad Pro menawarkan lebih dari sekadar spesifikasi dasar yang sama di beberapa model iPad. Semua model memang memiliki kamera belakang 12 megapiksel dengan Smart HDR dan kamera depan yang mendukung Center Stage, tetapi iPad Pro menjadi satu-satunya yang mendukung Portrait Mode dan Portrait Lighting.

iPad Pro juga memiliki sensor LiDAR yang membantu autofocus bekerja lebih cepat dibanding iPad Air. Untuk video, semua tablet ini sama-sama mendukung perekaman 4K 60 fps, tetapi hanya iPad Pro yang mendukung Apple ProRes, Audio Zoom, dan Stereo Recording.

Face ID dan TrueDepth yang tidak ada di iPad Air

iPad Pro adalah satu-satunya model dalam pembahasan ini yang membawa Face ID. Sistem ini memungkinkan pengguna membuka perangkat tanpa kata sandi atau sidik jari, dengan dukungan TrueDepth sebagai dasar pemindaian wajah yang lebih canggih.

TrueDepth bukan hanya untuk membuka kunci layar. Fitur ini juga memungkinkan pembuatan dan pembagian Animoji, serta membantu iPad Pro mendeteksi apakah pengguna sedang melihat layar, lalu menyesuaikan perilaku layar agar tidak cepat mati atau bisa meredup saat perangkat tidak aktif.

Transfer data lebih cepat lewat Thunderbolt dan USB4

Meski sama-sama memakai port USB-C, kemampuan iPad Pro dan iPad Air berbeda jauh. iPad Air mendukung USB 3 dengan kecepatan hingga 10 Gb/s dan pengisian 20 W, sedangkan iPad Pro memakai Thunderbolt 3 yang merupakan standar lebih ketat dari USB 4 dengan kecepatan transfer hingga 40 Gb/s.

Kecepatan itu penting untuk pengguna yang sering memindahkan file video besar. iPad Pro juga mendukung pengisian lebih cepat, serta jauh lebih fleksibel untuk layar eksternal karena bisa terhubung ke monitor 6K 60 Hz seperti iPad Air, namun juga mendukung layar beresolusi lebih rendah hingga 5K pada 120 Hz.

LiDAR untuk pengukuran dan pemetaan ruang

Di bagian belakang iPad Pro ada sensor LiDAR yang tidak ada di iPad Air. Sensor ini memancarkan cahaya untuk memetakan jarak dan menciptakan peta spasial 3D yang akurat hingga jarak 16 kaki.

Aplikasi Measure di iPad Air dan iPad tetap bisa mengukur berbasis kamera, tetapi LiDAR di iPad Pro membuat hasilnya jauh lebih akurat. Sensor ini bisa membantu mengukur tinggi seseorang, jarak antar dinding, atau panjang furnitur, lalu berguna juga untuk membuat denah lantai, render 3D objek dan ruangan, serta meningkatkan kemampuan augmented reality lewat aplikasi pihak ketiga.

Pada praktiknya, perbedaan iPad Pro dan iPad Air bukan lagi sekadar soal kecepatan chip. Untuk pengguna yang sering bekerja dengan video, memakai layar eksternal, mengandalkan pemindaian wajah, atau butuh pengukuran ruang yang lebih presisi, iPad Pro masih menyimpan sejumlah kemampuan yang tidak tersedia di iPad Air.

Terkait