Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Harga perak Antam naik Rp 2.200, menjadi Rp 54.700 per gram, setelah sebelumnya sempat turun cukup tajam beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, harga perak sempat anjlok sebesar Rp 2.000 hingga ke level Rp 51.100 per gram. Namun, harga berhasil pulih dan ditutup di posisi Rp 52.500 per gram. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar perak yang cukup bergejolak dalam periode tersebut.
Harga Perak Antam Berdasarkan Berat Batangan
- Perak 250 gram dibanderol dengan harga dasar Rp 14,075 juta.
- Perak 500 gram memiliki harga dasar Rp 27,350 juta.
Penetapan harga tersebut mengikuti tren kenaikan harga perak Antam pada perdagangan Selasa ini.
Faktor Global Pengaruh Harga Perak
Di pasar global, harga perak justru mencatat pelemahan tipis pada Senin, 9 Maret 2026. Harga perak spot turun 0,2% ke level US$ 84,18 per ons. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar Amerika Serikat yang dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia yang mendekati US$ 120 per barel.
Lonjakan harga energi menimbulkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global. Kondisi ini membuat peluang The Fed, bank sentral AS, untuk menurunkan suku bunga semakin minim. Kebijakan moneter yang ketat ini berdampak tidak hanya pada nilai tukar mata uang dolar, tetapi juga pada pergerakan harga logam mulia termasuk perak di pasar internasional.
Kondisi ini menjelaskan perbedaan arah pergerakan harga perak lokal dan global. Di dalam negeri, harga perak Antam justru mengalami penguatan yang signifikan, meski di pasar dunia harga mengalami sedikit koreksi.
Dengan pergerakan harga yang fluktuatif, penting bagi investor dan konsumen logam mulia untuk memantau kondisi pasar secara berkala. Pengaruh kebijakan moneter global dan faktor ekonomi makro akan terus menentukan arah harga perak dalam waktu dekat.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com






