Panasonic GOBEL Buka Ruang Karya, 70 Lukisan Lahir dari Seniman Difabel dan Senior

Author: Qoo Media

Panasonic GOBEL kembali menempatkan seni sebagai ruang inklusif melalui program CSR bertajuk ART with HEART. Kegiatan ini digelar di Main Atrium Gandaria City, Jakarta Selatan, dan menjadi penyelenggaraan tahun ketiga program tersebut.

Pameran ini menampilkan 70 karya seni hasil kolaborasi 18 seniman senior dan 20 seniman difabel. Karya yang dipamerkan hadir dalam medium lukis, patung, hingga instalasi, dengan kurasi dari Ina Silas dan tema “KAMI” yang menekankan kebersamaan.

Tema KAMI dan makna inklusivitas

M. Arif Rachmat Gobel menjelaskan bahwa “KAMI” dipilih untuk menggambarkan semangat tumbuh bersama. Ia juga menyebut kata itu memiliki arti spirit atau jiwa dalam bahasa Jepang.

“Temanya adalah ‘KAMI’, kalau Bahasa Jepang artinya spirit atau jiwa. Ini adalah contoh daripada apa yang merepresentasikan kita yaitu semangat untuk tumbuh bersama dan juga keyakinan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkarya dan berkembang,” ujar Arif saat pembukaan acara.

Ia menegaskan bahwa inklusivitas tidak cukup dimaknai sebagai pemberian bantuan semata. Menurutnya, perusahaan perlu membuka akses dan menciptakan ruang agar setiap individu bisa berkembang bersama.

“Bagi kami di Panasonic GOBEL, inklusivitas bukan sekadar memberi bantuan, tapi juga memberi akses, membangun kesempatan, dan juga menciptakan ekosistem yang memungkinkan orang bisa berkembang bersama,” lanjutnya.

Arif juga berharap semangat tersebut tidak berhenti di ajang ART with HEART saja. Ia ingin nilai kebersamaan itu tetap hidup di masyarakat luas.

Ruang kolaborasi seniman senior dan difabel

Ina Silas menyebut pameran ini sebagai ruang kolaborasi lintas pengalaman dan kemampuan. Ia menilai karya-karya yang muncul merekam semangat kebersamaan sekaligus refleksi kehidupan sosial.

“Ada 18 seniman senior dan 20 seniman difabel yang berpartisipasi dan menghasilkan 70 karya yang dapat kita nikmati malam hari ini,” kata Ina Silas.

Ia juga memberi apresiasi kepada Panasonic GOBEL yang konsisten mendorong eksistensi seniman difabel di dunia seni rupa Indonesia. Menurutnya, dukungan itu penting agar karya mereka mendapat ruang yang layak di hadapan publik.

“Terima kasih kepada Panasonic-GOBEL yang telah menjadi inisiator menggerakkan teman-teman seniman difabel untuk mereka eksis di dalam dunia seni rupa Indonesia,” ujarnya.

Berlanjut dengan business matching dan charity sale

ART with HEART pertama kali diluncurkan pada 2023 sebagai wadah untuk memperkenalkan karya seniman difabel melalui kolaborasi dengan seniman ternama Indonesia. Memasuki tahun ketiga, Panasonic GOBEL memperluas program dengan dua aktivitas utama yang menyasar dampak sosial dan ekonomi.

Dua agenda itu adalah business matching antara korporasi dan seniman difabel, serta charity sale karya seni hasil kolaborasi. Format ini membuka peluang lebih besar agar karya seni tidak hanya dipamerkan, tetapi juga berpotensi masuk ke ruang kolaborasi yang lebih luas.

Selain menikmati pameran, pengunjung juga dapat mengikuti aktivitas interaktif seperti melukis totebag. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembukaan dan menambah pengalaman langsung bagi pengunjung yang datang ke pameran.

Pameran ART with HEART dibuka untuk umum setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB di Main Atrium Gandaria City, Jakarta Selatan. Kehadiran 70 karya tersebut menegaskan bahwa seni bisa menjadi jembatan antara keberagaman, akses, dan kesempatan berkarya bagi banyak kalangan.

Source: www.suara.com
Terbaru