Lionel Messi tetap menjaga kebugarannya pada usia 39 tahun saat bersiap memimpin Argentina menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Stamina dan kelincahannya di lapangan tidak hanya dibangun lewat latihan disiplin, tetapi juga perubahan besar pada pola makan.
Perubahan itu membuat Messi menjauh dari kebiasaan lama mengonsumsi cokelat dan minuman bersoda yang pernah membuatnya merasa mual ketika bertanding. Setelah Piala Dunia 2014, ia mulai menerapkan menu yang lebih terukur demi mendukung intensitas latihan dan pemulihan tubuh.
Gula dan tepung olahan dipangkas
Ahli gizi Giuliano Poser mengatakan Messi mengganti makanan olahan dengan bahan kaya vitamin, biji-bijian, sayuran, ikan, serta minyak zaitun. Menurut Poser, perubahan tersebut memungkinkan sang pemain berlatih dengan intensitas lebih besar.
Gula menjadi salah satu asupan yang paling dibatasi dalam menu Messi karena dinilai mengganggu pemulihan massa otot. Tepung olahan juga dikurangi karena dianggap lebih sulit diproses oleh enzim tubuh.
“Jumlah daging yang biasanya dimakan oleh orang Argentina dan Uruguay terlalu banyak. Gula adalah hal terburuk bagi otot. Semakin jauh dia dari gula, semakin baik,” ujar Poser.
Porsi daging merah turut dipangkas agar tidak terlalu membebani sistem pencernaan. Sebagai gantinya, pola makan Messi mengutamakan bahan segar yang selaras dengan prinsip Diet Mediterania.
Lima fondasi menu harian
Menu Messi berpusat pada lima kelompok bahan dasar yang menekankan kesegaran dan minim proses pengolahan. Pemilihan bahan organik juga ditekankan untuk menghindari paparan pestisida serta mendukung pemulihan sel dan pencernaan.
| Fondasi Nutrisi | Perannya dalam Menu |
|---|---|
| Air putih | Menjadi bagian dari kebutuhan cairan harian |
| Minyak zaitun | Digunakan sebagai sumber lemak dalam menu |
| Biji-bijian utuh | Menjadi pilihan pengganti bahan olahan |
| Buah segar | Menjadi sumber bahan alami kaya vitamin |
| Sayuran segar | Diprioritaskan dalam susunan makan harian |
Pengaturan makan Messi tidak berhenti pada pilihan bahan makanan. Ahli gizi Ismael Galancho, yang juga bekerja dengan Messi, memakai pendekatan sederhana dengan menyajikan makanan di piring lebih berat agar rasa kenyang dan puas lebih mudah muncul.
Galancho juga menyarankan urutan makan tertentu, yakni menyantap sayuran atau sumber protein sebelum karbohidrat. Pola ini ditujukan untuk membantu menekan lonjakan gula darah setelah makan.
Yerba mate hingga makanan favorit
Untuk minuman sehari-hari, Messi dikenal setia mengonsumsi Yerba Mate, seduhan tradisional dari Amerika Selatan yang kerap dibawanya dalam termos khusus. Minuman ini disebut sebagai alternatif kopi dengan kandungan antioksidan serta dikaitkan dengan pengurangan kelelahan dan kestabilan kolesterol.
Messi memilih mate panas dengan rasa pahit, berbeda dari kebiasaannya dahulu yang meminumnya dalam versi manis. “Saya suka mate yang panas dan pahit. Dulu saya meminumnya manis, tapi kemudian saya terbiasa dengan rasa pahit dan saya meminumnya seperti itu,” tutur Messi.
Meski dietnya ketat, pola makan tersebut tidak sepenuhnya menghapus makanan kesukaan sang kapten Argentina. Ia masih sesekali menikmati ayam panggang rumahan yang dimasak bersama bawang putih, bawang bombai, wortel, daun bawang, kentang, minyak zaitun, dan daun timi.
Messi juga menyukai bistik sapi panggang khas Argentina, sementara piza yang dulu kerap disantap setelah pertandingan kini dibatasi porsinya. Mengutip lifestyle.kompas.com, ia pun mengakui masih menyukai cokelat, es krim, dan selai susu karamel, meski berusaha tidak mengonsumsinya terlalu banyak.
“Saya suka apa pun yang manis. Saya berusaha untuk tidak makan terlalu banyak, tapi saya menyukainya,” kata Messi.
