Saat Merchant Tak Lagi Mengandalkan Intuisi, AI Menentukan Strategi Bisnis yang Lebih Tepat

Pelaku usaha kini semakin bergantung pada data untuk mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat. Teknologi AI membantu merchant membaca performa toko, menyusun strategi menu, merancang promosi, hingga menyiapkan ekspansi usaha dengan langkah yang lebih terarah.

Kebutuhan ini makin terasa di tengah perubahan permintaan konsumen, persaingan menu, dan ulasan pelanggan yang bergerak cepat. AI lalu hadir sebagai alat bantu yang menyederhanakan analisis data, sehingga merchant tidak harus mengandalkan intuisi semata dalam menentukan arah bisnis.

AI membuat analisis usaha lebih mudah diakses

Melalui kampanye Temukan Jawaban untuk Apa Pun, Grab Indonesia mendorong mitra merchant memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant. Fitur ini dirancang untuk memberi rekomendasi dan wawasan bisnis yang praktis, tanpa menuntut pengguna memiliki latar belakang teknis dalam membaca atau mengolah data.

Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, menegaskan bahwa teknologi seharusnya membantu menyederhanakan proses bisnis. Ia mengatakan, “Kami ingin setiap pelaku usaha, terlepas dari skala bisnisnya, dapat memanfaatkan teknologi untuk menemukan solusi atas tantangan yang mereka hadapi, meningkatkan kinerja usaha, dan membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar.”

Asisten AI GrabMerchant bekerja dengan memanfaatkan data penjualan internal toko secara otomatis. Dari data itu, sistem menghasilkan panduan singkat dan aplikatif agar merchant dapat memahami kondisi usaha, menemukan masalah operasional, lalu segera mengambil tindakan yang dibutuhkan.

Dari evaluasi toko sampai ekspansi cabang

Pemanfaatan AI ini tidak hanya berguna untuk kebutuhan harian. Merchant juga bisa memakainya untuk menghitung biaya, menilai peluang, dan menentukan wilayah yang sesuai saat ingin memperluas usaha.

Salah satu contohnya datang dari Efa, pemilik usaha Mie Aceh 769 Pijay. Ia rutin menggunakan tombol petunjuk instan pada halaman wawasan toko untuk memahami performa bisnisnya tanpa harus mengolah data sendiri. Informasi itu membantunya menentukan strategi harian yang lebih sesuai dengan kondisi usaha.

Saat merencanakan pembukaan cabang baru, Efa juga memakai Asisten AI GrabMerchant untuk menganalisis biaya dan memetakan area yang cocok dengan anggaran operasional. Berbekal rekomendasi tersebut, cabang baru usahanya kini telah resmi dibuka dan beroperasi.

Penggunaan terus naik di berbagai daerah

Antusiasme merchant terhadap fitur AI ini terlihat cukup tinggi. Hingga Mei 2026, sebanyak 59,2% merchant baru GrabFood yang bergabung sejak awal tahun tercatat aktif menggunakan Asisten AI GrabMerchant.

Dalam kurang dari lima bulan, merchant telah berinteraksi dengan fitur tersebut lebih dari satu juta kali, tepatnya 1.083.425 pesan. Tingkat kepuasan pengguna juga dilaporkan mencapai 96,1 persen.

Penggunaan fitur ini juga meluas ke banyak kota. Jakarta mencatat pemakaian tertinggi dengan lebih dari 213 ribu merchant aktif dan sekitar 362 ribu pesan masuk.

Di luar Jakarta, merchant di Surabaya, Bandung, Medan, Yogyakarta, dan Bali juga memanfaatkan Asisten AI GrabMerchant. Mereka menggunakannya untuk mengelola menu, merespons ulasan pelanggan, dan mengambil langkah bisnis berdasarkan rekomendasi yang diberikan AI.

Strategi menu dan promosi jadi fokus utama

Fitur yang tersedia di dalam Asisten AI GrabMerchant mendukung berbagai kebutuhan bisnis. Merchant dapat memakainya untuk membaca wawasan toko, menyusun strategi menu, memperbaiki deskripsi produk, dan merancang promosi yang lebih efektif.

Di antara seluruh fungsi yang tersedia, strategi menu dan wawasan bisnis menjadi fitur yang paling banyak digunakan. Porsinya mencapai 22 persen dari total sesi penggunaan merchant mid-market.

Kepercayaan merchant juga terlihat dari tingginya penggunaan berulang. Grab mencatat tingkat pengguna berulang mencapai 89,9 persen pada kategori merchant long-tail dan 97,2 persen pada merchant mid-market.

Dengan pola penggunaan yang terus meningkat, AI tampak semakin penting sebagai alat bantu bisnis yang praktis bagi merchant. Teknologi ini tidak hanya membantu membaca data, tetapi juga memberi arah yang lebih jelas saat pelaku usaha perlu menata strategi, menyesuaikan promosi, dan mengeksekusi keputusan bisnis secara lebih cepat.

Source: mediaindonesia.com
Terkait