
Mayoritas tipis warga Swiss kini mendukung usulan referendum untuk membatasi populasi negara itu menjadi 10 juta orang, menurut jajak pendapat terbaru. Survei juga menunjukkan dukungan terhadap inisiatif tersebut justru menguat menjelang pemungutan suara.
Pemerintah Swiss menolak usulan yang didukung Partai Rakyat Swiss atau SVP itu karena dinilai bisa merusak kerja sama dengan Uni Eropa dan menekan ekonomi. Namun, kekhawatiran atas pertumbuhan penduduk yang cepat serta tekanan terhadap infrastruktur publik tampak mendorong sebagian pemilih memberi dukungan.
Dukungan mulai bergeser
Survei yang dilakukan oleh grup media Tamedia bersama surat kabar 20 Minuten dan lembaga jajak pendapat Leewas menunjukkan 52% dari 16.176 responden mendukung proposal itu atau cenderung mendukungnya. Sebanyak 46% menyatakan penolakan, sementara sisanya tidak memberi pendapat.
Hasil itu memperlihatkan perubahan dibanding jajak pendapat awal Maret, ketika 45% responden mendukung inisiatif dan 47% menentangnya. Surat kabar Tages-Anzeiger menyebut temuan terbaru ini tidak biasa, karena proposal referendum di Swiss umumnya kehilangan dukungan saat hari pemungutan suara semakin dekat.
Isi proposal dan posisi pemerintah
Dalam proposal tersebut, jumlah penduduk tetap Swiss tidak boleh melebihi 10 juta sebelum 2050. Inisiatif itu juga meminta Swiss meninggalkan kesepakatan kebebasan bergerak dengan Uni Eropa.
Pemerintah menilai langkah itu berisiko besar bagi hubungan dengan Uni Eropa dan pasar tenaga kerja. Kekhawatiran utama muncul karena pembatasan mobilitas bisa mengganggu kebutuhan tenaga kerja di tengah ekonomi yang terhubung erat dengan wilayah Eropa.
Latar belakang tekanan populasi
Swiss saat ini sudah memiliki populasi lebih dari 9 juta jiwa. Data resmi menunjukkan warga asing menyumbang lebih dari 27% dari total penduduk pada 2024.
Angka itu menjadi salah satu alasan mengapa isu imigrasi dan pertumbuhan penduduk kembali menguat dalam debat publik. Bagi pendukung inisiatif, pertumbuhan yang terlalu cepat dianggap memberi tekanan pada perumahan, transportasi, dan layanan publik lainnya.
Perdebatan politik yang lebih luas
SVP, partai terbesar di Swiss, menentang integrasi yang lebih erat dengan Uni Eropa. Partai itu memandang kerja sama yang lebih dalam sebagai ancaman terhadap kedaulatan Swiss dan sumber regulasi yang berlebihan.
Di parlemen, para legislator juga sedang membahas kesepakatan Swiss-Uni Eropa yang dicapai pada akhir 2024 untuk memperdalam hubungan ekonomi. Diskusi itu berlangsung di tengah situasi yang menantang pada 2025, ketika Swiss disebut tak terduga terkena tarif dagang AS tertinggi di Eropa.
Survei terbaru ini memiliki margin of error plus minus 3 poin persentase dan dilakukan pada 22-23 April. Dengan pemungutan suara dijadwalkan pada 14 Juni, arah dukungan publik masih bisa berubah seiring memanasnya perdebatan soal imigrasi, infrastruktur, dan masa depan hubungan Swiss dengan Uni Eropa.









