Ruang Ekspresi Anak dan Bonding Keluarga, Kunci Percaya Diri yang Sering Terlewat

Anak membutuhkan lebih dari sekadar asupan fisik agar tumbuh kuat dan sehat. Mereka juga perlu ruang untuk berekspresi, stimulasi yang sesuai, serta kedekatan emosional yang membuat mereka merasa aman dan diterima.

Di tengah perubahan zaman dan derasnya paparan teknologi, keluarga memegang peran yang semakin penting dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak. Pola asuh yang hangat dan responsif dapat membantu anak mengenali diri, membangun rasa percaya diri, dan belajar menghadapi lingkungan dengan lebih siap.

Kesehatan emosional anak jadi perhatian serius

Sorotan terhadap kesehatan mental anak semakin menguat setelah hasil pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang diperiksa terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Data ini memperlihatkan bahwa perhatian terhadap anak tidak cukup berhenti pada fisik semata.

Kesehatan emosional perlu dibaca sebagai bagian utuh dari tumbuh kembang anak. Lingkungan terdekat, terutama keluarga, menjadi tempat pertama yang membentuk rasa aman dan kemampuan anak merespons tekanan.

Fondasi tumbuh kembang dimulai sejak kehamilan

Perhatian terhadap anak bahkan sudah perlu dimulai sejak masa kehamilan. Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), dr. Erfenes, Sp.OG, menegaskan bahwa kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan anak.

“Investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal, karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal,” kata dr. Erfenes.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pengasuhan bukan hanya tanggung jawab ibu. Peran ayah juga dibutuhkan sejak awal agar keluarga bisa memberi dukungan yang lebih seimbang bagi tumbuh kembang anak.

Stimulasi sesuai usia bantu anak berkembang optimal

Setelah lahir, anak membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Spesialis Anak, dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A., menilai perkembangan optimal tidak hanya ditentukan oleh kesehatan fisik.

Anak perlu diberi kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba hal baru, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensi dirinya sejak dini.

Pendekatan ini penting karena anak belajar tidak hanya dari arahan langsung, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari. Saat orang tua memberi ruang untuk bereksplorasi, anak lebih mudah membangun rasa ingin tahu dan keberanian.

Bonding keluarga jadi kunci rasa aman anak

Selain stimulasi, hubungan emosional yang hangat antara orang tua dan anak menjadi fondasi penting bagi perkembangan mental dan sosial. Psikolog Ajeng Raviando, Psi, menjelaskan bahwa anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung.

“Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru. Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan tentang bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk,” ujar Ajeng.

Ia menilai interaksi sederhana bisa memberi dampak besar jika dilakukan dengan konsisten. Membaca buku bersama, mendengarkan cerita anak, bermain, atau mengobrol tanpa distraksi gawai dapat menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan keluarga.

Ruang ekspresi membantu anak tumbuh lebih berani

Anak yang punya ruang untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya cenderung lebih mudah mengenali diri sendiri. Saat keluarga memberi kesempatan itu, anak belajar bahwa pendapatnya dihargai dan perasaannya tidak diabaikan.

Kondisi tersebut penting untuk membangun keberanian mencoba hal baru. Anak yang merasa didengar umumnya lebih siap menghadapi tantangan karena ia tumbuh dengan rasa aman dalam lingkungan terdekatnya.

Edukasi keluarga ikut dorong kesadaran pengasuhan

Kesadaran tentang pentingnya ruang ekspresi dan bonding keluarga juga menjadi perhatian dalam kegiatan Happy Kids Academy 2026 yang diselenggarakan Konicare di Jakarta dengan tema “Tumbuh Hebat Bersama Konicare”. Dalam kegiatan itu, keluarga mengikuti sesi edukasi bersama dokter dan psikolog.

Acara tersebut juga menghadirkan aktivitas bermain dan belajar untuk anak, permainan interaktif, serta momen bonding orang tua dan anak. Rangkaian kegiatan itu dirancang untuk memperkuat kedekatan keluarga sekaligus memberi pemahaman praktis tentang pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Pada akhirnya, anak yang tumbuh dengan rasa aman, diberi ruang untuk mengekspresikan diri, dan memiliki hubungan hangat dengan keluarga akan lebih siap berkembang secara sehat. Dukungan yang konsisten dari orang tua menjadi bagian penting dalam membantu anak membangun percaya diri dan kebahagiaan sejak dini.

Source: www.suara.com
Terkait