Kebiasaan makan buah sebelum menyantap nasi kerap dianggap berisiko untuk lambung. Padahal, cara ini umumnya tetap aman dilakukan selama jenis buah dan porsinya dipilih dengan tepat.
Buah justru bisa membantu memberi rasa kenyang lebih awal dan menyumbang vitamin serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Health.detik.com mencatat, yang perlu diwaspadai bukan waktunya semata, melainkan karakter buah yang dikonsumsi dan respons tubuh masing-masing.
Pilih Buah yang Lebih Ramah untuk Lambung
Buah dengan tingkat keasaman tinggi seperti lemon, jeruk nipis, nanas, atau buah yang masih mentah lebih berpotensi memicu rasa tidak nyaman pada lambung sensitif. Sebaliknya, buah dengan keasaman lebih rendah cenderung lebih aman dikonsumsi sebelum makan.
Pilihan yang disebut lebih ramah antara lain pisang, pepaya, apel, melon, dan semangka. Selain mengandung vitamin dan mineral, buah-buahan ini juga memiliki serat dan air yang membantu proses pencernaan.
| Jenis Buah | Catatan untuk Lambung | Keterangan |
|---|---|---|
| Pisang | Lebih rendah asam | Mengandung serat dan kalium |
| Pepaya | Lebih rendah asam | Memiliki enzim papain yang membantu memecah protein |
| Apel | Lebih rendah asam | Cukup nyaman dikonsumsi sebelum makan |
| Melon | Lebih rendah asam | Kaya air dan mendukung pencernaan |
| Semangka | Lebih rendah asam | Mengandung air dan relatif ringan di lambung |
Pastikan Buah Sudah Matang
Buah matang umumnya lebih mudah dicerna dibandingkan buah yang masih mentah. Saat matang, pati di dalam buah berubah menjadi karbohidrat sederhana sehingga tubuh lebih mudah mengolahnya.
Buah yang belum matang juga cenderung memiliki kandungan asam organik dan senyawa tertentu yang lebih tinggi. Dalam laporan health.detik.com, kondisi ini bisa memicu iritasi pada lambung yang sensitif dan menimbulkan keluhan seperti perih, kembung, atau rasa tidak nyaman.
Perhatikan Porsi yang Dikonsumsi
Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi buah sebanyak 2 hingga 3 porsi setiap hari. Satu porsi bisa berupa satu pisang ambon ukuran sedang, satu potong pepaya berukuran sedang, atau satu jeruk ukuran sedang.
Buah sebaiknya dimakan bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Jika dikonsumsi berlebihan saat perut kosong, lambung bisa terasa penuh atau kurang nyaman.
Buah Bisa Dimakan Sebelum atau Sesudah Makan
Pada dasarnya, tidak ada aturan yang mewajibkan buah hanya dimakan sebelum atau sesudah makan. Sistem pencernaan mampu mengolah makanan yang masuk secara bersamaan, sehingga buah tetap bisa disesuaikan dengan kebiasaan makan masing-masing.
Dokter spesialis gizi Dr dr Samuel Oetoro, SpGK, juga menegaskan bahwa buah dapat dikonsumsi kapan saja. Ia mengatakan, “Sistem pencernaan kita sudah diciptakan dengan sempurna. Maka makan buah dapat kapan saja, baik sebelum atau sesudah makan.”
Yang penting adalah memilih buah yang sesuai, menjaga porsinya, dan tetap mengikuti pola makan bergizi seimbang. Bagi yang punya riwayat asam lambung atau GERD, perlu lebih peka terhadap buah yang memicu perih di lambung, sensasi panas di dada, atau gejala refluks.
Kelompok Tertentu Perlu Lebih Berhati-hati
Orang dengan gangguan pencernaan atau lambung sensitif kadang merasa kembung saat makan buah ketika perut kosong. Jika keluhan sering muncul, waktu konsumsi bisa diatur dengan jeda dari jam makan atau disesuaikan dengan toleransi tubuh.
Penyandang diabetes tipe 2 juga dianjurkan tidak mengonsumsi buah dalam jumlah besar secara terpisah. Menggabungkan buah dengan makanan utama atau sumber protein dan lemak sehat dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah lebih stabil.
Ibu hamil dengan diabetes gestasional pun perlu lebih selektif memilih buah. Buah dengan kandungan gula lebih rendah atau dalam porsi kecil umumnya lebih dianjurkan sesuai arahan dokter atau ahli gizi.
