Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung mulai dari angkutan umum, energi bahan bakar minyak (BBM), hingga layanan kesehatan telah dipersiapkan secara matang untuk menyambut lonjakan pemudik Idulfitri 1447 H. Proyeksi menunjukkan sekitar 24,90 juta orang akan memasuki wilayah Jawa Timur, yang berarti sekitar 17,3 persen dari total pemudik nasional.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 17 hingga 18 Maret, sedangkan arus balik diprediksi pada 27 Maret. Dengan kenaikan jumlah penumpang angkutan umum mencapai 5,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kesiapan sarana dan prasarana menjadi fokus utama dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang disinkronkan bersama TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan.
Kesiapan Armada dan Personel
Pemprov Jawa Timur menyiagakan berbagai moda transportasi untuk mendukung mobilitas masyarakat saat mudik. Total armada yang disiapkan meliputi:
- 6.637 armada bus
- 148 trainset kereta api
- 302 pesawat udara
- 55 kapal laut
- 71 kapal penyeberangan dengan total 241 trip
Sebanyak 8.991 personel gabungan dari Dinas Perhubungan provinsi dan kabupaten/kota, PT KAI, sektor laut, serta ASDP juga dikerahkan untuk pengamanan dan kelancaran arus mudik. Pemprov Jawa Timur juga mengoptimalkan pembangunan dermaga di Pelabuhan Jangkar untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Ketapang, yang menjadi titik vital layanan transportasi menuju Pulau Bali.
Antisipasi pada Hari Raya Nyepi
Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi 1948 Saka pada 19 Maret memerlukan perhatian khusus. Gubernur Khofifah meminta jajaran terkait untuk mengantisipasi kemacetan di daerah sekitar Pelabuhan Ketapang mengingat aktivitas menuju dan dari Bali dihentikan selama Nyepi. Langkah ini penting agar mobilitas pemudik tetap lancar dan tidak terganggu selama masa libur tersebut.
Prioritas Layanan Kesehatan
Keamanan dan kenyamanan pemudik juga ditunjang oleh kesiapan layanan kesehatan. Dinas Kesehatan Jawa Timur telah menyiagakan:
- 343 dokter
- 5.172 perawat
- 44 tenaga kesehatan tradisional
- 2.852 pengemudi ambulans
Pemetaan rumah sakit rujukan disiapkan secara strategis untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi kondisi darurat. Selain itu, Public Safety Center yang beroperasi lewat layanan 119 menjadi titik koordinasi pusat penanganan berbagai kejadian selama masa mudik.
Sinergi dengan BMKG, PVMBG, dan Pertamina
Gubernur Khofifah juga menginstruksikan koordinasi intensif dengan instansi teknis lain terkait keselamatan dan ketersediaan kebutuhan pokok. Petugas BMKG diminta memetakan titik Ocean Model Center (OMC) untuk memastikan keamanan jalur laut menjelang puncak arus mudik. Sementara itu, PVMBG terus memonitor aktivitas Gunung Semeru khususnya potensi Awan Panas Guguran (APG) yang dapat mempengaruhi wilayah sekitar.
Pertamina melalui Patra Niaga bertugas memastikan kelancaran distribusi LPG 3 kg dan BBM agar pelayanan tidak terganggu di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Pelayanan Humanis dan Responsif
Dalam koordinasi lintas sektoral ini, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya pendekatan pelayanan publik yang humanis. Sinergi antara pemerintah dan seluruh stakeholder diharapkan mampu meminimalkan kerawanan serta memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat Jawa Timur selama masa mudik Idulfitri.
Operasi Ketupat Semeru 2026 bukan sekadar sebuah upaya pengamanan, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara yang memberikan perlindungan, pelayanan, dan kenyamanan kepada seluruh pemudik yang melewati wilayah Jawa Timur.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: surabaya.times.co.id






