Kemarau Jawa Tengah Mulai April 2026, Ini Wilayah Yang Lebih Dulu Masuk Musim Kering

Stasiun Klimatologi Jawa Tengah memperkirakan awal musim kemarau di provinsi ini mulai bergerak pada April dan meluas pada Mei. Prediksi itu disusun dari pengolahan data serta dinamika atmosfer regional dan global yang memengaruhi pola iklim di Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi resmi Stasiun Klimatologi Jawa Tengah yang dikutip Kompas.com, awal musim kemarau secara umum diperkirakan berlangsung pada Mei. Namun, sejumlah wilayah lebih dulu memasuki periode kering pada April dengan sebaran sekitar 20,4 persen dari total wilayah provinsi.

Wilayah yang mulai kemarau pada April

Pada tahap awal ini, wilayah yang diperkirakan lebih cepat memasuki musim kemarau mencakup Kabupaten Rembang dan Kepulauan Karimunjawa. Selain itu, sebagian besar wilayah Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak juga masuk dalam kategori yang sama.

Daerah lain yang turut terpantau memasuki kemarau pada periode tersebut meliputi sebagian wilayah Kabupaten Purworejo, Kendal, Jepara, Blora, serta Kota Semarang. Sejumlah wilayah kecil di Kabupaten Batang, Kebumen, dan Wonogiri juga diprediksi mengalami awal kemarau pada waktu yang sama.

  1. Kabupaten Rembang
  2. Kepulauan Karimunjawa
  3. Sebagian besar Kabupaten Pati, Kudus, dan Demak
  4. Sebagian wilayah Kabupaten Purworejo, Kendal, Jepara, Blora
  5. Kota Semarang
  6. Sebagian kecil Kabupaten Batang, Kebumen, dan Wonogiri

Sebaran kemarau meluas pada Mei

Memasuki Mei, cakupan musim kemarau diperkirakan melebar hingga sekitar 66,7 persen wilayah Jawa Tengah. Wilayah yang mulai terdampak pada periode ini antara lain Kabupaten Cilacap, Magelang, Semarang, Boyolali, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Klaten.

Selain kabupaten-kabupaten tersebut, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Salatiga, dan Kota Surakarta juga diprediksi mulai memasuki musim kemarau. Sebagian besar wilayah Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Temanggung, Blora, dan Wonogiri turut masuk dalam fase yang sama.

Periode awal kemarau Wilayah utama yang diprediksi masuk
April Rembang, Karimunjawa, Pati, Kudus, Demak, Purworejo, Kendal, Jepara, Blora, Semarang, Batang, Kebumen, Wonogiri
Mei Cilacap, Magelang, Semarang, Boyolali, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Tegal, Pekalongan, Salatiga, Surakarta, Brebes, Pemalang, Temanggung
Juni Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Pekalongan, Batang, Wonosobo, Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Kebumen

Wilayah yang menyusul pada Juni

Pada Juni, awal musim kemarau diperkirakan terjadi di sekitar 12,9 persen wilayah Jawa Tengah. Wilayah yang termasuk di dalamnya ialah Kabupaten Purbalingga serta sebagian besar Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara.

Stasiun Klimatologi Jawa Tengah juga memetakan sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Wonosobo sebagai daerah yang mulai masuk kemarau pada periode ini. Sebagian kecil wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, dan Kebumen juga tercatat dalam fase tersebut.

Mengapa prediksi ini penting

Peta awal musim kemarau penting bagi pemerintah daerah, petani, hingga pelaku usaha berbasis cuaca. Informasi ini bisa dipakai untuk menyesuaikan jadwal tanam, pengelolaan air, dan antisipasi potensi kekeringan di wilayah yang lebih dulu terdampak.

Dalam praktiknya, pola kemarau yang muncul bertahap seperti ini menunjukkan perbedaan kondisi antardaerah di Jawa Tengah. Karena itu, pemantauan pembaruan informasi dari Stasiun Klimatologi Jawa Tengah tetap dibutuhkan agar langkah antisipasi bisa dilakukan lebih tepat sesuai karakter wilayah masing-masing.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: regional.kompas.com
Exit mobile version