
Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah mencatat kinerja sektor pariwisata provinsi itu tumbuh positif pada Kuartal I 2026. Total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai 17,21 juta orang, naik 18,72 persen dibandingkan periode yang sama sebelumnya yang berjumlah 13,98 juta orang.
Kenaikan itu menunjukkan aktivitas wisata di Jawa Tengah tetap bergerak kuat pada awal tahun. Data tersebut juga menegaskan bahwa daya tarik destinasi di provinsi ini masih mampu menarik kunjungan dalam jumlah besar dari dua segmen pasar utama, yakni wisatawan domestik dan wisatawan asing.
Lonjakan kunjungan di berbagai destinasi
Kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan. Sejumlah wisatawan domestik terlihat mendatangi kawasan itu pada Minggu (26/4/2026), mencerminkan tingginya minat terhadap destinasi sejarah dan budaya di ibu kota provinsi tersebut.
Kehadiran wisatawan di lokasi seperti Kota Lama memperlihatkan bahwa destinasi berbasis heritage masih memiliki daya tarik kuat. Pola kunjungan seperti ini juga menjadi bagian dari gambaran bahwa pariwisata Jawa Tengah tidak hanya bertumpu pada satu jenis destinasi, tetapi bergerak melalui beragam daya tarik wisata.
Pertumbuhan yang tercatat positif
Angka 17,21 juta kunjungan pada Kuartal I 2026 menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata Jawa Tengah mengalami pemulihan dan penguatan permintaan. Dibandingkan 13,98 juta kunjungan pada periode yang sama tahun lalu, tambahan kunjungan itu menunjukkan selisih yang cukup besar dalam waktu singkat.
Pertumbuhan 18,72 persen juga menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan pergerakan wisata yang dinamis. Data resmi dari dinas terkait memberi gambaran bahwa sektor ini masih menjadi penggerak penting bagi aktivitas ekonomi daerah, terutama melalui perputaran kunjungan wisatawan di berbagai destinasi.
Wisatawan nusantara dan mancanegara sama-sama berperan
Pencatatan kunjungan yang mencakup wisatawan nusantara dan mancanegara memberi gambaran yang lebih utuh tentang kinerja sektor pariwisata. Kombinasi kedua kelompok ini menunjukkan bahwa pasar domestik tetap dominan, sementara wisatawan asing ikut memberi kontribusi pada total kunjungan.
Dalam konteks promosi destinasi, capaian tersebut menandakan bahwa Jawa Tengah masih punya posisi kuat sebagai tujuan wisata. Daya tarik budaya, sejarah, dan kawasan perkotaan yang tertata menjadi faktor yang terus menjaga arus kunjungan tetap tinggi pada awal tahun.
Source: www.antarafoto.com








