Jasinga Berduka, Polisi Telusuri Tewasnya Bocah 9 Tahun Akibat Anjing Pemburu

Tragedi bocah 9 tahun di Jasinga, Bogor, menyisakan penyelidikan panjang yang kini melibatkan puluhan saksi dan sejumlah barang bukti. Polisi menelusuri kasus dugaan serangan anjing pemburu babi yang menewaskan korban berinisial MAS saat sedang memancing di saluran irigasi persawahan dekat permukiman warga.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan total 57 orang saksi dan pihak terkait telah diperiksa. Polisi juga mengamankan 21 unit mobil yang digunakan untuk mengangkut anjing pemburu babi, serta menyebut uji laboratoris terhadap ratusan hewan ikut dilakukan untuk menguatkan penyidikan.

Penanganan kasus diperluas
Wikha menyatakan dirinya turun langsung mengawal penanganan perkara itu. Ia menegaskan prosesnya harus berjalan transparan dan meminta warga Jasinga tidak berspekulasi liar di media sosial.

Menurut dia, seluruh pemeriksaan saksi, penyitaan kendaraan, dan pemeriksaan hewan menjadi pijakan penyidik untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Kepolisian juga meminta masyarakat mempercayakan proses hukum dan medis sepenuhnya kepada petugas agar wilayah tetap kondusif.

Korban ditemukan di Desa Sipak
Kapolsek Jasinga Iptu Agus Hidayat membenarkan penemuan mayat anak laki-laki di Desa Sipak, Jasinga. Ia menyebut korban berusia 9 tahun dan identitasnya sesuai dengan keterangan keluarga.

Agus mengatakan informasi awal dari warga menyebut korban sedang memancing lalu digigit anjing pemburu babi. Setelah petugas mendatangi lokasi, polisi memastikan ada mayat anak kecil di tempat kejadian.

Ayah korban, Solehudin (40), mengaku mengetahui kabar duka itu dari warga, bukan dari lokasi kejadian. Saat kejadian, ia berada di rumah, sementara putranya memancing bersama seorang teman di saluran irigasi persawahan yang tidak jauh dari permukiman.

Keluarga minta proses hukum berjalan
Solehudin mengatakan anaknya berangkat memancing sekitar pukul 09.00 WIB. Kabar kematian putranya baru sampai kepadanya sekitar pukul 12.00 WIB.

Ia juga menuturkan luka paling parah ada di bagian kepala korban. Solehudin menyebut kulit kepala anaknya mengalami luka berat dan mengaku sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Di sisi lain, ia berharap penyelidikan kepolisian bisa mengungkap penyebab kematian anaknya secara jelas. Ia juga meminta kasus ini tidak mandek dan memberi kepastian hukum bagi keluarga.

Pemilik anjing sudah diamankan
Polisi menyatakan sudah menemukan pemilik anjing yang diduga terlibat dalam peristiwa itu. Menurut Agus, keterangan saksi dan warga mengarah pada identitas pemilik anjing yang dilepas untuk berburu babi hutan.

Agus mengatakan pemilik anjing mengakui bahwa hewan tersebut miliknya. Satu orang sudah diamankan dan penanganan kasus kini dilimpahkan ke Polres Bogor untuk proses lebih lanjut.

Polisi juga menyebut perburuan babi hutan memang kerap dilakukan di kawasan tersebut. Para pemburu biasa melepaskan anjing untuk mengejar babi liar di area hutan dan perkebunan.

Agus mengatakan para pemburu tidak mengecek langsung kondisi medan, padahal di lokasi itu ada anak yang sedang memancing. Ia menambahkan, ini merupakan kejadian pertama yang menyebabkan korban jiwa di wilayah tersebut.

Warga meminta perburuan dihentikan sementara
Pascainsiden, warga meminta agar aktivitas perburuan dihentikan sementara. Polisi menyampaikan permintaan itu dan menegaskan kegiatan serupa sebaiknya tidak dilakukan dulu.

Dalam penyelidikan, polisi juga mengamankan sekitar 50 ekor anjing pemburu. Namun empat anjing yang diduga menyerang korban sudah mati saat dibawa menggunakan kendaraan.

Agus menjelaskan anjing tersebut bukan ras khusus, melainkan anjing kampung yang biasa dipelihara warga dan dilatih untuk membantu perburuan babi hutan. Kasus ini kini terus didalami untuk memastikan rangkaian peristiwa dan pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban.

Source: www.detik.com

Berita Terkait

Back to top button