Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas arah perekonomian nasional. Pertemuan ini juga dipakai untuk memperkuat peran bank-bank BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Sejumlah petinggi perbankan pelat merah terlihat hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Direktur Utama Bank Mandiri Riduan dan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.
Forum untuk menyamakan arah kebijakan
Selain pimpinan Himbara, Presiden Prabowo juga memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Hadir pula CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, dan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Rosan menjelaskan bahwa pertemuan itu memberi ruang bagi pimpinan Himbara untuk menerima pandangan langsung dari Presiden. Menurut dia, forum tersebut penting agar perbankan BUMN memahami arah ekonomi nasional ke depan secara lebih jelas.
“Pada hari ini bersama-sama dengan manajemen, ada juga komisaris dari Himbara, bertemu dengan Bapak Presiden untuk mendapatkan pandangan, arahan, dan juga sharing mengenai arah perekonomian Indonesia ke depannya,” kata Rosan sebelum masuk ke Istana.
Peran Himbara dalam ekonomi nasional
Rosan menilai Himbara punya posisi strategis dalam menjaga laju ekonomi. Ia menekankan pentingnya bank-bank BUMN untuk tetap kuat, hati-hati, dan memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia.
Ia juga menyebut sektor perbankan memegang peran penting dalam pembiayaan sektor produktif. Peran itu mencakup penguatan investasi, hilirisasi industri, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.
Sinergi antara pemerintah, Danantara, dan Himbara dinilai menjadi unsur penting agar berbagai program prioritas nasional bisa berjalan optimal. Dalam konteks itu, pengarahan langsung dari Presiden Prabowo dipandang relevan untuk menyatukan langkah antara kebijakan negara dan strategi perbankan.
Sinyal perhatian pada stabilitas keuangan
Pertemuan di Istana juga memperlihatkan perhatian Presiden Prabowo terhadap bank-bank milik negara sebagai motor penggerak ekonomi. Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah disebut ingin memastikan sektor perbankan nasional tetap sehat dan mampu menjalankan fungsi intermediasi dengan baik.
Fungsi intermediasi yang kuat dibutuhkan agar penyaluran pembiayaan ke masyarakat dan dunia usaha tetap terjaga. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat terus didorong melalui dukungan sistem keuangan yang stabil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai rincian hasil pertemuan maupun arahan spesifik yang disampaikan Presiden Prabowo kepada jajaran direksi dan komisaris Himbara. Agenda tersebut tetap menjadi sorotan karena melibatkan pucuk pimpinan perbankan BUMN, pengelola investasi negara, serta jajaran pemerintah ekonomi dalam satu forum di Istana.
Source: www.beritasatu.com






