Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung membuka Virtual Job Fair 2026 yang bisa diikuti gratis oleh pencari kerja melalui aplikasi New BIMMA. Gelaran ini menghadirkan puluhan perusahaan dari berbagai sektor dengan total 2.595 lowongan kerja, tanpa mewajibkan peserta datang secara fisik.
Program ini hadir sebagai bagian dari inovasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital untuk memudahkan warga, khususnya di Kota Bandung, dalam mengakses informasi lowongan. Skema daring juga dipilih agar jangkauan rekrutmen lebih luas dan hambatan proses pencarian kerja bisa ditekan.
Akses lebih mudah lewat aplikasi New BIMMA
Pendaftaran Virtual Job Fair 2026 dilakukan melalui aplikasi New BIMMA. Melalui platform itu, pencari kerja dapat membuka akses informasi perusahaan dan menyiapkan data diri untuk proses seleksi awal.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menyebut penyelenggaraan virtual ini dirancang agar peluang kerja terbuka lebih merata bagi warga. Ia menegaskan bahwa akses tidak boleh dibatasi oleh jarak maupun biaya.
“Melalui Virtual Jobfair, kami ingin memastikan bahwa setiap warga Kota Bandung memiliki akses yang sama terhadap peluang kerja, tanpa terbatas oleh jarak maupun biaya,” ujar Yayan Ahmad Brilyana, Senin 29 Juni 2026.
2.595 lowongan dari berbagai sektor
Kegiatan ini menghadirkan perusahaan-perusahaan dari sejumlah sektor dengan total 2.595 posisi yang bisa dilamar. Jumlah tersebut menjadi daya tarik utama karena membuka peluang besar bagi pencari kerja dengan latar belakang pengalaman yang beragam.
Virtual Job Fair 2026 juga terbuka bagi seluruh pencari kerja Kota Bandung tanpa batasan pengalaman. Artinya, peserta yang baru lulus maupun yang sudah memiliki pengalaman tetap bisa memanfaatkan kesempatan ini.
Seleksi awal dilakukan lewat profil peserta
Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung mengimbau peserta untuk melengkapi profil di New BIMMA sebelum pelaksanaan. Langkah ini penting karena perusahaan aktif meninjau akun peserta sebagai bagian dari proses seleksi awal.
Persiapan teknis juga disebut sudah dipastikan berjalan baik agar pengalaman pencari kerja tetap nyaman meski dilakukan secara daring. Pemerintah kota menargetkan penyelenggaraan virtual tidak kalah praktis dibanding job fair tatap muka, bahkan bisa diakses dari mana saja.
Job fair rutin menjadi target berikutnya
Yayan menambahkan bahwa penyelenggaraan job fair tidak berhenti pada satu kegiatan ini saja. Ke depan, job fair direncanakan hadir setiap bulan secara rutin, dengan cakupan regional, nasional, hingga internasional.
Langkah itu ditujukan agar semakin banyak lowongan perusahaan terisi oleh tenaga kerja dari Kota Bandung. Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung juga menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan program serupa sebagai upaya memperluas akses kerja bagi masyarakat.
