Trump Restui Iran Tetap Lolos Ke Piala Dunia, FIFA Tegaskan Olahraga Tak Boleh Terseret Politik

Author: Qoo Media

Donald Trump dan FIFA sama-sama memberi sinyal bahwa Timnas Iran tetap akan tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Kepastian itu muncul di tengah ketegangan politik yang sempat memicu desakan agar Iran dicoret dari turnamen.

Isu ini menguat setelah utusan Trump, Paolo Zampolli, menyarankan agar FIFA mengganti posisi Iran dengan Italia. Usulan itu muncul karena status Amerika Serikat sebagai tuan rumah dan relasi panas dengan Iran.

Trump menanggapi pertanyaan wartawan di Ruang Oval dengan nada tegas. Ia menyatakan, “Tahukah Anda? Biarkan saja mereka bermain,” seperti dilansir Anadolu Agency.

Presiden Amerika Serikat itu juga menegaskan dukungannya terhadap keputusan FIFA. Ia menyebut hubungannya dengan Gianni Infantino berjalan baik saat membahas keikutsertaan negara-negara peserta.

Dalam pernyataannya, Trump menggambarkan Infantino sebagai sosok yang dekat dengannya. Ia mengatakan Infantino sudah membicarakan persoalan itu dan mempersilakan FIFA mengambil keputusan sendiri terkait Iran.

FIFA tetap pada sikap awal

Gianni Infantino juga menutup ruang bagi spekulasi pencoretan Iran. Ia menegaskan bahwa Iran akan tetap bertanding di Amerika Serikat karena sepak bola harus menjadi alat pemersatu.

Infantino mengatakan alasan itu sederhana. Menurut dia, turnamen sebesar Piala Dunia harus mendekatkan orang-orang, bukan menambah jarak di antara mereka.

Sikap FIFA ini berarti Mehdi Taremi dan rekan-rekannya tetap masuk dalam daftar peserta ajang empat tahunan tersebut. Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan bahwa federasi dunia masih berpegang pada prinsip inklusi di tengah tekanan politik.

Ketegangan politik belum mereda

Meski FIFA sudah memberi jaminan, perdebatan soal Iran belum berhenti. Situasi memanas setelah sejumlah pejabat Federasi Iran, termasuk Mehdi Taj, ditolak masuk ke Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA di Vancouver.

Penolakan itu dikaitkan dengan tuduhan afiliasi dengan organisasi terlarang. Peristiwa tersebut menambah lapisan baru dalam polemik yang sudah melibatkan sepak bola dan diplomasi internasional.

Sikap keras juga datang dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. Ia melarang masuk individu yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC ke wilayah penyelenggara Piala Dunia.

Kombinasi antara tekanan politik, kebijakan imigrasi, dan posisi FIFA membuat isu ini menjadi sorotan besar. Namun, untuk saat ini, sinyal dari Trump dan Infantino justru sama-sama mengarah pada satu hal, yakni Iran tetap akan berada di panggung Piala Dunia 2026.

Terbaru