PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih penghargaan PROPER Emas dan PROPER Hijau dalam penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan yang diumumkan Kementerian Lingkungan Hidup. Pencapaian ini menempatkan fasilitas produksi TMMIN di Karawang dan Sunter sebagai bagian dari perusahaan yang dinilai berhasil menjaga kinerja lingkungan secara konsisten.
Pada saat yang sama, Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto menerima predikat Green Leadership Utama CEO. Penghargaan itu memperlihatkan bahwa penilaian PROPER kini tidak hanya melihat kinerja teknis pengelolaan lingkungan, tetapi juga kepemimpinan manajemen dalam mendorong keberlanjutan di tingkat perusahaan.
Capaian di fasilitas produksi
TMMIN Karawang Plant 1 dan 2 berhasil meraih PROPER Emas, yang merupakan peringkat tertinggi dalam ajang PROPER. Sementara itu, Karawang Plant 3 dan fasilitas Sunter memperoleh PROPER Hijau, yang tetap menunjukkan standar pengelolaan lingkungan yang kuat.
Capaian tersebut memperkuat posisi TMMIN sebagai salah satu pelaku industri otomotif yang serius menjalankan agenda keberlanjutan. Di tengah tekanan global terhadap industri manufaktur untuk menekan emisi dan efisiensi sumber daya, hasil ini menjadi sinyal bahwa pendekatan lingkungan bisa berjalan seiring dengan kegiatan produksi.
Peran kepemimpinan dalam penilaian PROPER
Predikat Green Leadership menjadi salah satu elemen penting dalam sistem penilaian PROPER sejak periode penilaian sebelumnya. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memasukkan aspek ini untuk menilai sejauh mana pimpinan perusahaan mampu membawa strategi keberlanjutan secara menyeluruh, bukan sekadar menjalankan kepatuhan administratif.
Dalam konteks TMMIN, penghargaan untuk Nandi Julyanto menegaskan bahwa kebijakan lingkungan perusahaan didorong dari level puncak manajemen. Hal ini penting karena transformasi hijau membutuhkan arah strategis, alokasi sumber daya, dan konsistensi dalam implementasi di seluruh fasilitas.
“Terima kasih, penghargaan ini penyemangat bagi kami untuk terus-menerus menerapkan standar lingkungan di seluruh fasilitas perusahaan kami, sehingga kami bisa berkontribusi dalam target nasional terkait dengan lingkungan dan perubahan iklim,” kata Nandi Julyanto dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa.
Program KIJANGKU jadi sorotan
Dalam penilaian tahun ini, TMMIN menonjolkan program KIJANGKU atau Konservasi Hijau Selamatkan Lingkunganku sebagai bagian dari strategi keberlanjutan. Program ini dirancang untuk mendukung konservasi alam, efisiensi energi, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pendekatan ini tidak berhenti pada upaya internal di pabrik. TMMIN juga membawa inisiatif lingkungan ke kawasan pesisir melalui program yang menyasar persoalan abrasi di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.
Beberapa hasil utama program KIJANGKU
- Membentuk area konservasi mangrove seluas 14,96 hektar.
- Mencapai tingkat keberhasilan tumbuh mangrove sebesar 98,6 persen.
- Melindungi 4,3 hektar tambak ikan dan 27 hektar sawah.
- Memberikan manfaat langsung kepada 76 keluarga pesisir.
Program itu juga melibatkan masyarakat setempat melalui rehabilitasi mangrove dan pemanfaatan limbah ban bekas sebagai pemecah ombak alami. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat dirancang dengan memadukan perlindungan ekosistem dan manfaat ekonomi warga.
Efisiensi energi di lini produksi
Selain program pesisir, TMMIN juga menjalankan inovasi internal bernama Eko-Inovasi Smart Transforming Chiller System. Program ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi energi, terutama pada unit pengecatan yang dikenal sebagai salah satu titik konsumsi energi terbesar di pabrik.
Melalui pendekatan Life Cycle Assessment, Karawang Plant 1 dan 2 juga berhasil mengidentifikasi serta mengurangi emisi dalam proses manufaktur. Langkah ini memperlihatkan bahwa pengurangan dampak lingkungan tidak hanya dilakukan lewat program sosial, tetapi juga melalui perbaikan proses inti produksi.
Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menilai penghargaan PROPER Emas dan Hijau, bersama predikat Green Leadership Utama CEO, menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang tepat. Di sisi lain, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa industri otomotif kini semakin dituntut untuk menghadirkan kinerja bisnis yang selaras dengan target lingkungan dan perubahan iklim.









