BYD Naik 91 Persen di Jepang, Pabrik China Ini Mengguncang Pasar EV Negeri Sakura

Author: Qoo Media

BYD mencatat lonjakan pendaftaran mobil listrik di Jepang pada Maret 2026. Produsen otomotif asal China itu membukukan 625 unit, naik 91,1 persen dibandingkan 327 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat di pasar Jepang, meski industri kendaraan listrik di negara itu masih menghadapi hambatan dari sisi insentif dan persaingan. Dalam tiga bulan pertama 2026, total distribusi kendaraan BYD di Jepang mencapai 1.142 unit dan tumbuh lebih dari 100 persen.

Pangsa pasar mulai terbentuk

Data Japan Automobile Importers Association (JAIA) menempatkan BYD dengan pangsa pasar 3,7 persen di segmen kendaraan energi baru atau NEV di Jepang. Di saat yang sama, pasar otomotif Jepang mencatat penjualan 407.564 unit pada Maret 2026, sementara penetrasi kendaraan listrik dan PHEV berada di level 4,15 persen.

Angka itu menunjukkan ruang pertumbuhan masih terbuka, tetapi kompetisinya tetap ketat. BYD harus bersaing bukan hanya dengan merek lokal, tetapi juga dengan dinamika kebijakan yang memengaruhi biaya kepemilikan kendaraan listrik.

Strategi ekspansi di luar China

Pertumbuhan di Jepang juga sejalan dengan strategi BYD yang makin agresif di pasar internasional. Di tengah persaingan domestik China setelah penghapusan subsidi setempat, ekspansi global menjadi salah satu prioritas utama perusahaan asal Shenzhen tersebut.

Berdasarkan data China EV DataTracker, BYD menjual total 688.939 unit secara global. Dari jumlah itu, penjualan di luar China menyumbang lebih dari separuh volume perdagangan, menandakan pasar ekspor kini memegang peran besar dalam bisnis perusahaan.

Subsidi Jepang dipangkas tajam

Masalah utama yang dihadapi BYD di Jepang datang dari penyesuaian subsidi kendaraan listrik oleh pemerintah setempat. Nilai subsidi per kendaraan turun signifikan dari 400.000 yen menjadi 150.000 yen, dan perubahan ini berpotensi menekan laju adopsi konsumen.

Pemangkasan insentif biasanya berdampak pada daya tarik harga di pasar ritel. Bagi produsen seperti BYD, kondisi tersebut membuat strategi penjualan harus lebih bergantung pada pilihan produk, jaringan distribusi, dan daya saing fitur.

Target 10.000 unit per tahun

Meski tantangannya besar, manajemen BYD tetap memasang target 10.000 unit penjualan tahunan di Jepang. Target ini menunjukkan perusahaan masih melihat pasar Jepang sebagai lahan penting untuk menjaga laju pertumbuhan di luar China.

Saat ini BYD memasarkan lima model di Jepang, termasuk Sealion 7, Atto 3, Dolphin, dan Seal. Dari lini yang tersedia, terdapat model listrik murni serta satu model plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV.

Model baru untuk pasar kei car

Untuk memperkuat posisinya, BYD juga menyiapkan tambahan lini produk di Jepang pada tahun ini. Perusahaan berencana meluncurkan mobil listrik kecil atau kei car bernama Racco, yang diarahkan untuk pasar ritel Jepang yang sangat spesifik.

Kendaraan itu diperkirakan akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 270 jutaan. Kehadiran model baru ini dapat membantu BYD menjangkau konsumen yang membutuhkan mobil berukuran ringkas, sekaligus memperluas pilihan di pasar yang menuntut efisiensi, harga, dan penyesuaian terhadap preferensi lokal.

Terbaru