Tol Japek KM 28 Masuk Tahap Krusial, Lajur 3 Diperbaiki dan Macet Bisa Meluas

Pengguna Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek perlu mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas di sekitar KM 28+175. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) sedang melakukan pekerjaan pemeliharaan jalan di titik tersebut.

Pekerjaan itu kini masuk ke tahap lajur tiga, sehingga risiko perlambatan kendaraan meningkat saat melintasi area proyek. Pengendara diminta lebih waspada dan menyiapkan waktu tempuh lebih longgar.

Perbaikan ini dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin untuk menjaga kualitas infrastruktur jalan tol. JTT menyebut langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Menurut Senior Manager Representative Office 1 PT JTT Amri Sanusi, pekerjaan dilaksanakan secara bertahap. Setelah lajur 4 selesai dikerjakan pada 9 Mei, pengerjaan dilanjutkan ke lajur 3 sejak Minggu, 10 Mei 2026.

Area pekerjaan di lajur tiga mencakup pembongkaran perkerasan jalan hingga pemasangan lapisan baru. Jika tidak ada kendala, seluruh rangkaian perbaikan ditargetkan rampung pada Rabu, 13 Mei 2026.

Meski perbaikan hanya berlangsung di bentang sekitar 50 meter, gangguan arus lalu lintas tetap perlu diantisipasi. Hal itu terjadi karena aktivitas konstruksi berada di ruas dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.

Rekayasa lalu lintas disiapkan

Untuk mengurangi risiko antrean panjang di sekitar lokasi pekerjaan, JTT telah menyiapkan skema contraflow. Rekayasa lalu lintas ini tidak diberlakukan tetap, melainkan dijalankan secara situasional.

Amri Sanusi menjelaskan, contraflow akan diterapkan atas diskresi Kepolisian. Skema itu disiapkan dari KM 23 sampai KM 28 arah Cikampek.

Dengan pola tersebut, pengaturan arus kendaraan akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Jika volume kendaraan meningkat atau kepadatan memanjang, contraflow bisa diberlakukan untuk membantu kelancaran lalu lintas.

JTT juga memastikan lajur lain di luar area pekerjaan tetap dapat dioperasikan secara normal. Namun, pengendara tetap diminta berhati-hati saat mendekati titik perbaikan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Kewaspadaan dinilai penting karena penyempitan ruang gerak kendaraan bisa memicu perlambatan mendadak. Kondisi itu biasanya meningkat saat volume kendaraan sedang tinggi.

Tahap pekerjaan yang sedang berjalan

Pekerjaan di lajur tiga menjadi kelanjutan dari tahapan sebelumnya yang sudah lebih dulu menyasar lajur empat. Pola bertahap ini dilakukan agar pemeliharaan tetap berjalan tanpa menutup seluruh akses lalu lintas di lokasi.

Dalam tahap yang sedang berlangsung, perbaikan tidak hanya menyentuh permukaan jalan. Prosesnya juga mencakup pembongkaran bagian perkerasan yang ditangani sebelum lapisan baru dipasang.

Model pekerjaan seperti ini membuat area kerja harus dijaga ketat demi keselamatan petugas dan pengguna jalan. Karena itu, kecepatan kendaraan di sekitar titik perbaikan perlu disesuaikan dengan kondisi lalu lintas dan pengaturan lapangan.

Bagi pengguna jalan yang rutin melintas di Tol Jakarta-Cikampek, informasi ini penting untuk mengatur jadwal perjalanan. Risiko kepadatan bukan hanya muncul tepat di titik pekerjaan, tetapi juga dapat menjalar ke belakang akibat perlambatan bertahap.

Alasan perbaikan dinilai penting

Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT Ria Marlinda Paallo mengatakan pemeliharaan tersebut sangat krusial. Alasannya, Tol Jakarta-Cikampek merupakan ruas dengan tingkat mobilitas yang tinggi.

Menurut Ria, pemeliharaan berkala terus dilakukan agar kondisi infrastruktur tetap andal. Dengan begitu, perjalanan pengguna jalan diharapkan bisa berlangsung lebih aman dan nyaman.

Penanganan seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga standar layanan jalan tol. Perbaikan yang dilakukan saat kerusakan masih dalam tahap tertangani juga penting untuk mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.

Pengguna jalan yang akan menuju arah Cikampek sebaiknya memperhatikan kondisi lalu lintas sebelum berangkat. Selain itu, disiplin lajur dan kepatuhan terhadap rambu sementara menjadi kunci agar arus kendaraan tetap terkendali selama pekerjaan berlangsung.

Selama masa perbaikan di KM 28+175, fokus utama pengendara adalah menjaga jarak aman dan mengurangi kecepatan saat mendekati lokasi proyek. Langkah itu diperlukan karena pekerjaan masih berlangsung di lajur tiga hingga target penyelesaian pada 13 Mei 2026.

Source: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button