Arus lalu lintas di sekitar TMP Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, berpotensi melambat pagi ini seiring pelaksanaan Upacara Ziarah Nasional. Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk mendukung kelancaran kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga 08.30 WIB.
Bagi pengguna jalan yang biasa melintasi kawasan Kalibata, penyesuaian waktu dan rute perjalanan menjadi hal penting. Meski tidak ada penutupan jalan total, kepadatan diperkirakan tetap terjadi di sejumlah ruas sekitar lokasi upacara.
Rekayasa arus di sekitar TMP Kalibata
Dishub DKI mengatur pergerakan kendaraan dari beberapa arah menuju kawasan TMP Kalibata. Pengendara dari arah Manggarai diarahkan melalui Jalan TMP Kalibata menuju area sekitar makam pahlawan.
Sementara itu, kendaraan dari arah Pasar Minggu juga akan diarahkan melalui akses yang sama dari sisi selatan. Pola ini diterapkan untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak selama agenda kenegaraan berlangsung.
Untuk pengendara dari arah Kampung Melayu dan Cawang, arus lalu lintas diarahkan melintasi Jalan Raya Kalibata. Setelah itu, kendaraan masuk ke Jalan TMP Kalibata menuju lokasi kegiatan.
Pengaturan ini difokuskan untuk mendukung mobilitas peserta dan pengguna jalan di sekitar area upacara. Karena itu, masyarakat diminta memperhitungkan waktu tempuh lebih awal jika hendak melintas di kawasan tersebut.
Tidak ada penutupan total, tetapi perlambatan tetap mungkin
Dishub DKI menegaskan tidak ada penutupan jalan secara total di sekitar TMP Kalibata. Namun, kondisi lalu lintas diperkirakan tetap mengalami perlambatan selama upacara berlangsung.
Potensi antrean kendaraan dapat muncul terutama pada jam pelaksanaan acara pagi hari. Pengguna jalan yang tidak memiliki kepentingan ke area tersebut dianjurkan memilih jalur lain untuk mengurangi risiko terjebak kepadatan.
Dalam keterangannya, Dishub DKI Jakarta juga meminta masyarakat menyesuaikan waktu dan rute perjalanan. Imbauan itu ditujukan untuk menghindari penumpukan kendaraan di sekitar lokasi ziarah.
Pengendara juga diminta mematuhi pengaturan lalu lintas yang berlaku di lapangan. Arahan petugas perlu diikuti demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.
Alternatif angkutan umum menuju lokasi
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Dishub DKI juga menyediakan alternatif angkutan umum bagi masyarakat dan peserta yang hendak menuju TMP Kalibata. Opsi ini dapat membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di sekitar lokasi.
Untuk layanan Transjakarta Angkutan Pengumpan, masyarakat dapat memanfaatkan rute 7B Kampung Rambutan–Blok M dan rute 7Q Blok M–Cawang Ciliwung. Kedua layanan itu memiliki titik pemberhentian di Halte Danau.
Layanan Jak43B dengan rute Tongtek–Tebet Eco Park–Cililitan juga bisa menjadi pilihan. Pemberhentiannya sama, yakni di Halte Danau yang berada dekat dengan kawasan kegiatan.
Bagi pengguna Mikrotrans M16 rute Pasar Minggu–Kampung Melayu, tersedia beberapa titik turun terdekat. Opsi halte yang bisa digunakan meliputi Halte Danau, Halte Makam Pahlawan, dan Halte Petani.
Pengguna angkutan umum dari arah Manggarai maupun Universitas Indonesia juga memiliki pilihan lain. Transjakarta rute 4B Stasiun Manggarai–Universitas Indonesia dan rute 9D Pasar Minggu–Tanah Abang dapat digunakan dengan titik turun di Halte Petani.
Imbauan parkir dan kedisiplinan pengguna jalan
Dishub DKI juga mengingatkan peserta ziarah untuk tidak memarkir kendaraan di badan jalan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kesemrawutan yang bisa memperparah perlambatan lalu lintas di sekitar TMP Kalibata.
Peserta diminta menggunakan kantong parkir resmi yang telah tersedia. Dengan begitu, ruang jalan tetap bisa difungsikan untuk pergerakan kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Kawasan TMP Kalibata kerap menjadi titik dengan mobilitas tinggi saat ada agenda besar. Karena itu, kombinasi rekayasa arus, pemanfaatan transportasi umum, dan disiplin parkir menjadi faktor penting agar lalu lintas tetap terkendali sepanjang upacara pagi ini.
Source: otomotif.kompas.com






