Honda Monkey Disentuh Ubahan Simpel, Tapi Harga Rp88 Jutaan Ini Tetap Menggoda

Honda Monkey hadir lagi di Indonesia dengan penyegaran yang langsung menyasar daya tarik utamanya sebagai motor hobi premium. PT Astra Honda Motor memberi ubahan pada kombinasi warna dan desain, lalu memasarkannya dengan banderol OTR DKI Jakarta Rp 88,094 juta.

Perubahan ini penting karena Honda Monkey bukan sekadar motor mungil bergaya retro, tetapi juga produk yang mengandalkan karakter unik untuk memikat pembeli. AHM kini menambah pilihan ekspresi visual lewat tiga warna baru dan motif jok yang dibuat lebih menonjol.

Fokus pada tampilan baru

Penyegaran Honda Monkey terbaru terlihat pada kombinasi warna Banana Yellow, Millenium Red, dan Pearl Cadet Gray. Tiga pilihan ini menjadi titik utama pembaruan yang dibawa model tersebut ke pasar Indonesia.

Selain warna, AHM juga memberi sentuhan baru pada motif jok kotak-kotak. Detail ini memperkuat identitas Monkey yang selama ini dikenal ikonik, playful, dan berbeda dari motor pada umumnya.

Marketing Director AHM Octavianus Dwi menyatakan warna dan motif jok baru itu dihadirkan untuk memberi pilihan yang lebih unik dan ikonik. Menurut dia, pembaruan ini ditujukan bagi konsumen yang ingin mengekspresikan diri melalui motor hobi mereka.

Ubahan tersebut menunjukkan bahwa AHM tidak mengubah arah karakter Monkey. Pabrikan justru mempertegas posisinya sebagai motor dengan nilai gaya yang kuat, bukan sekadar alat transportasi harian.

Mesin tetap 125 cc

Di balik tampilannya yang diperbarui, Honda Monkey tetap mengandalkan mesin silinder tunggal SOHC 2 katup 125 cc berpendingin udara. Mesin itu dipadukan dengan teknologi PGM-FI untuk mendukung efisiensi bahan bakar.

AHM juga membekalinya dengan transmisi 5 percepatan. Kombinasi ini disebut menghasilkan akselerasi yang responsif dari putaran bawah hingga atas, sehingga tetap cocok untuk penggunaan di berbagai kondisi jalan perkotaan.

Spesifikasi internal mesinnya memakai diameter x langkah 50,0 x 63,1 mm. Rasio kompresinya berada di angka 10,0:1.

Dengan konfigurasi tersebut, karakter tenaga Honda Monkey disebut menyenangkan untuk dikendarai. Artinya, pembaruan model ini tidak hanya berhenti di kosmetik, tetapi tetap ditopang paket mekanis yang sudah dikenal sebagai bagian dari pengalaman berkendara Monkey.

Kaki-kaki dan karakter berkendara

Untuk sektor kaki-kaki, Honda Monkey memakai suspensi depan upside down Showa. Di bagian belakang, motor ini menggunakan suspensi ganda atau twin rear suspension.

Pilihan komponen itu mendukung karakter Monkey sebagai motor hobi yang tetap serius pada sisi pengendalian. Suspensi depan upside down juga memberi kesan premium yang sejalan dengan posisi produk ini di pasar.

Ban yang digunakan bertipe block pattern. Ukurannya 120/80-12 65J di depan dan 130/80-12 69J di belakang.

Penggunaan ban tersebut tidak hanya menunjang cengkeraman, tetapi juga mempertegas tampilan tangguh khas Honda Monkey. Proporsi roda kecil dengan ban gemuk selama ini memang menjadi salah satu elemen visual paling kuat dari model itu.

Posisi di pasar Indonesia

Dengan penyegaran ini, Honda Monkey tetap diposisikan sebagai hobby bike premium. AHM menekankan karakter genuine dan unik sebagai identitas utama motor tersebut.

Posisi itu membuat Honda Monkey menyasar konsumen yang ingin tampil beda sekaligus mencari pengalaman berkendara yang fun dan berkarakter. Jadi, nilai jualnya tidak hanya bertumpu pada spesifikasi, tetapi juga pada gaya hidup dan citra yang dibawa.

Di pasar Indonesia, Honda Monkey terbaru dipasarkan dengan harga On The Road DKI Jakarta Rp 88,094 juta. Angka tersebut menempatkannya sebagai model yang bermain di segmen motor hobi premium, dengan daya tarik utama pada desain ikonik, detail visual baru, dan karakter berkendara yang khas.

Source: kabaroto.com
Terkait