TVS Motor Indonesia menegaskan satu hal yang kini menjadi perhatian besar di pasar motor listrik: tidak semua merek yang muncul bisa bertahan lama. Di tengah banyaknya pemain baru, perusahaan memilih berhati-hati agar produk yang dijual benar-benar punya keberlanjutan bisnis.
Country Head of Sales TVSMCI Alvin Tan mengatakan persaingan di segmen ini sangat ketat. Menurut dia, sejumlah merek seperti kehabisan tenaga sebelum sempat membangun kepercayaan konsumen, dan itu menjadi risiko nyata bagi pembeli kendaraan listrik.
Merek Motor Listrik Muncul, Lalu Menghilang
Alvin menyebut kondisi pasar motor listrik di Indonesia sangat dinamis. Ia menggambarkan situasinya dengan kalimat, “Once again, kalau untuk motor listrik mungkin teman-teman tahu mereknya banyak banget. Hari ini ada, mungkin bulan depan sudah enggak ada.”
Ia menegaskan bahwa merek motor listrik bisa datang silih berganti, tetapi tidak semuanya mampu melewati tantangan bisnis yang ada. Karena itu, keberlangsungan merek menjadi faktor penting, terutama di pasar yang masih berkembang seperti saat ini.
| Informasi Utama | Rincian |
|---|---|
| Pernyataan TVS | Fokus pada produk motor listrik yang sustainable |
| Risiko pasar | Sejumlah merek bisa hadir hari ini, lalu hilang dalam waktu singkat |
| Produk TVS di Indonesia | iQube S |
| Harga iQube S | Rp29,9 juta |
Fokus TVS Ada di Keberlanjutan
Bagi TVS, langkah utama bukan sekadar meluncurkan produk baru, melainkan memastikan motor yang dipasarkan bisa melayani kebutuhan harian konsumen untuk jangka panjang. Alvin menekankan bahwa produk yang masuk ke pasar harus benar-benar memenuhi unsur keberlanjutan.
Saat ini TVS baru memiliki satu motor listrik untuk pasar Indonesia, yaitu iQube S. Model tersebut dijual dengan harga Rp29,9 juta dan menjadi andalan perusahaan untuk menjawab kebutuhan mobilitas listrik di Tanah Air.
Alvin juga menilai keberlangsungan merek sangat berpengaruh terhadap rasa percaya konsumen. Di segmen kendaraan listrik yang masih bertumbuh, konsumen tentu akan lebih berhati-hati bila melihat banyak merek hadir tanpa kepastian jangka panjang.
Karena itu, TVS memilih mengambil posisi yang lebih selektif. Perusahaan ingin memastikan produk yang diluncurkan tidak hanya menarik saat baru hadir, tetapi juga tetap relevan dan tersedia dalam waktu yang lebih panjang.
Di tengah banyaknya pemain yang masuk ke pasar motor listrik, pendekatan seperti ini menjadi pembeda. Bagi TVS, pertanyaan terbesarnya bukan hanya siapa yang paling cepat hadir, melainkan siapa yang bisa tetap ada saat konsumen membutuhkannya.
Source: www.cnnindonesia.com






