Harga RAM Samsung Melonjak 100 Persen, Apple Lobi AS Demi Chip Murah China

Harga RAM yang melonjak tajam kini memaksa Apple bergerak di jalur yang tak biasa. Di saat Samsung disebut menaikkan harga RAM hingga 100 persen pada awal tahun ini, Apple justru melobi pemerintah Amerika Serikat agar diizinkan membeli chip memori dari produsen China.

Langkah itu menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasok memori global saat ini. Tekanan biaya tidak lagi berhenti di pabrik, karena pasokan untuk perangkat konsumen juga ikut terseret kebutuhan besar pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan.

Lobi Apple ke Washington

Berdasarkan unggahan Ming-Chi Kuo di platform X, Apple berupaya agar ChangXin Memory Technologies atau CXMT tidak masuk ke Daftar Entitas sanksi perdagangan AS. Tujuannya jelas, yaitu membuka jalur alternatif untuk mengamankan pasokan chip DRAM.

CXMT dikenal sebagai produsen memori DRAM terbesar di China. Namun posisi perusahaan itu sedang sensitif setelah masuk daftar hitam Pentagon akibat dugaan keterkaitan dengan sektor militer.

Bagi Apple, opsi ini dipandang sebagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan komponen perangkat konsumen. Apple tampaknya menilai diversifikasi pemasok lebih aman daripada terus bergantung pada jalur pasok yang makin mahal dan makin sempit.

Harga memori naik, tekanan ke Apple makin besar

Kuo menilai masalah yang dihadapi Apple sudah berubah dari sekadar kenaikan biaya produksi menjadi krisis pasokan global. Ia memperkirakan situasi ini akan berlanjut hingga 2027, sejalan dengan peringatan Lenovo bahwa lonjakan harga bisa menjadi “normal baru” di industri elektronik.

Tekanan itu juga sudah dirasakan di dalam Apple. Tim Cook sebelumnya menyinggung secara terbuka adanya tekanan inflasi yang tajam pada biaya komponen dalam laporan keuangan kuartalan.

Samsung ikut menjadi sorotan karena kenaikan harga RAM yang disebut mencapai 100 persen pada awal tahun ini. Kebijakan itu kabarnya diterima Apple tanpa negosiasi, sehingga ruang gerak perusahaan untuk menahan biaya komponen menjadi semakin sempit.

Pasokan LPDDR makin ketat

Kuo memprediksi sekitar 15 hingga 20 persen kapasitas memori yang semula ditujukan untuk perangkat elektronik konsumen pada tahun 2026 akan dialihkan besar-besaran ke pusat data dan infrastruktur AI pada 2027. Pergeseran ini membuat pasokan memori LPDDR, yang menjadi komponen inti perangkat seluler, mulai tercekik.

Dampaknya sudah terlihat pada internal Apple. Pesanan chip pemroses generasi terbaru A20 diperkirakan menyusut sekitar 10 hingga 20 persen dari target awal untuk periode akhir 2026 dan awal 2027.

Situasi ini menunjukkan bahwa lonjakan permintaan dari sektor AI tidak hanya menyedot chip untuk server. Pasar perangkat konsumen juga ikut terdorong ke posisi yang lebih sulit karena kapasitas produksi memori dunia tidak bergerak secepat kebutuhan.

CXMT belum tentu jadi solusi cepat

Meski dipandang penting, CXMT tidak otomatis bisa meredakan krisis dalam waktu dekat. Kapasitas produksi internal perusahaan itu masih relatif terbatas, sehingga efeknya terhadap biaya operasional Apple kemungkinan tidak akan terasa drastis.

Namun, langkah ini tetap krusial untuk memperluas rantai pasok dan mengurangi risiko ketergantungan pada satu sumber. Kebutuhan itu makin besar karena fitur berbasis kecerdasan buatan seperti Apple Intelligence disebut semakin rakus memakan kapasitas memori.

Kini keputusan akhir berada di tangan otoritas AS, apakah permohonan dispensasi Apple akan disetujui atau tidak. Apa pun hasilnya, pergerakan ini menegaskan bahwa harga RAM dan chip memori sudah menjadi isu strategis yang bisa memengaruhi pasar ponsel pintar, ketersediaan barang, dan arah inovasi teknologi dalam beberapa tahun ke depan.

Source: www.gadgetdiva.id
Terkait