
Polisi antiterorisme Inggris membuka penyelidikan atas dugaan pembakaran di sebuah dinding peringatan di kawasan utara London yang menjadi tempat tinggal komunitas Yahudi besar. Kepolisian Metropolitan London menyebut kasus ini sedang ditangani Counter Terror Policing, tetapi belum diklasifikasikan sebagai insiden terorisme.
Otoritas juga menyampaikan bahwa belum ada penangkapan dalam kasus tersebut. Polisi menegaskan dinding peringatan itu tidak mengalami kerusakan meski dugaan arson memicu perhatian baru di Golders Green, wilayah yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi rangkaian insiden.
Penyelidikan difokuskan pada dugaan arson
Kepolisian mengatakan penanganan kasus ini berada di bawah unit antiteror, namun status penyelidikan tetap berbeda dari kasus teror. Langkah itu menunjukkan aparat memandang insiden ini serius, terutama karena lokasinya berada di area dengan populasi Yahudi yang besar.
Pernyataan polisi juga menekankan bahwa belum ada tersangka yang diamankan. Informasi ini menjadi penting karena penyelidikan masih berada pada tahap awal dan aparat belum mengumumkan detail lebih jauh mengenai pelaku maupun motif.
Kekhawatiran di Golders Green meningkat
Detektif Chief Superintendent Luke Williams menyebut pihak kepolisian memahami bahwa insiden ini akan menambah kekhawatiran warga di Golders Green. Dalam pernyataannya, ia mengatakan penduduk setempat sudah menghadapi serangkaian serangan sebelumnya.
Rangkaian peristiwa itu membuat kasus dugaan pembakaran di dinding peringatan mendapat sorotan lebih besar. Polisi tampak berupaya merespons keresahan publik sambil melanjutkan penyelidikan terpisah atas kejadian ini.
Serangkaian insiden dalam sebulan terakhir
Dalam sebulan terakhir, petugas antiteror telah menangkap lebih dari dua lusin orang terkait penyelidikan atas serangan terhadap properti yang berhubungan dengan komunitas Yahudi. Salah satu kasus yang disebut polisi adalah pembakaran ambulans milik layanan darurat sukarela Yahudi Hatzola di Golders Green pada 23 Maret.
Kaitan antara kasus-kasus itu menunjukkan mengapa otoritas bergerak hati-hati dalam menelusuri dugaan arson pada dinding peringatan tersebut. Polisi belum mengaitkan kasus ini dengan terorisme, tetapi penyelidikan antiteror tetap memegang kendali karena konteks kerentanannya sangat sensitif di wilayah itu.









