Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan Pancasila bukan sekadar sebagai dasar negara, tetapi sebagai perekat yang harus terus dihidupkan dalam kebijakan dan gerakan nyata. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan nilai-nilai Pancasila perlu terus didengungkan karena menjadi alat pemersatu bangsa.
Pesan itu disampaikan saat peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6). Luthfi menekankan bahwa Pancasila harus menjadi pegangan penting dalam menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Menurut Luthfi, keberagaman suku, bahasa, ras, dan latar belakang sosial harus tetap disatukan oleh semangat Pancasila. Ia menyebut nilai-nilai itu sebagai landasan berpikir yang perlu dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di Jawa Tengah, semangat tersebut diarahkan ke dalam kebijakan yang menyentuh kebutuhan warga. Sejumlah program yang disebut Pemprov Jateng antara lain Program Dokter Spesialis Keliling atau Speling, Kecamatan Berdaya, Pesantren Obah, Kartu Zilenial, dan program 1 KK 1 Rumah Layak Huni.
Ada pula program Mageri Segoro serta daycare untuk buruh yang masuk dalam daftar kebijakan sosial Pemprov Jateng. Rangkaian program ini menunjukkan upaya pemerintah daerah menerjemahkan nilai persatuan dan keberpihakan sosial ke dalam langkah konkret.
Luthfi menegaskan, nilai Pancasila harus tetap menjadi perekat di tengah perbedaan. Dalam pandangannya, apapun suku, bangsa, bahasa, maupun ras, Pancasila tetap menjadi pengikat bersama bagi warga Jateng dan bangsa Indonesia.
