Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penempatan aparat bersenjata di titik-titik strategis yang dinilai rawan kejahatan. Usulan itu muncul sebagai langkah pencegahan pembegalan dan tindak kriminal lain di wilayah Jawa Barat.
Perhatian utama diarahkan ke Bandung Raya, meski pengamanan juga diharapkan menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat rasa aman warga ketika beraktivitas.
Dedi Mulyadi menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat mengenai pengamanan tersebut. Koordinasi itu mencakup langkah teknis dan taktis untuk menghadapi potensi kejahatan di Bandung Raya maupun daerah lain di Jabar.
Menurut Dedi, kehadiran aparat di lokasi strategis dapat memberi efek pencegahan bagi pelaku kejahatan. Aparat bersenjata diusulkan sebagai bagian dari upaya menciptakan kenyamanan bagi masyarakat.
“Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip www.grid.id dari TribunJabar.id, Rabu (22/7/2026).
Ia menekankan bahwa pengamanan tidak hanya menjadi tugas aparat. Warga juga diminta kembali menghidupkan sistem keamanan lingkungan melalui kegiatan patroli di tingkat RT dan RW.
Patroli Lingkungan Jadi Usulan Tambahan
Patroli rutin dipandang dapat membantu mengurangi kerawanan di kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, maupun kriminalitas lainnya. Kegiatan itu diharapkan berlangsung di sudut-sudut strategis, baik di kota maupun desa.
| Langkah Pengamanan | Area Sasaran | Tujuan |
|---|---|---|
| Penempatan aparat bersenjata | Titik strategis dan rawan kejahatan | Mencegah kejahatan dan memberi rasa aman |
| Patroli RT dan RW | Lingkungan kota dan desa | Meminimalkan potensi pembegalan dan perampokan |
Dedi mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Ajakan tersebut menempatkan warga sebagai bagian penting dari pencegahan kejahatan di sekitar tempat tinggal mereka.
“Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing,” kata Dedi. Ia kemudian meminta agar patroli dilakukan di setiap RT, setiap RW, serta di berbagai sudut strategis wilayah kota dan desa.
Usulan pengamanan ini menyoroti kekhawatiran atas kemunculan begal di Jawa Barat. Penempatan aparat dan pengaktifan ronda lingkungan menjadi dua langkah yang didorong untuk berjalan beriringan.
Dalam skema yang diusulkan, aparat berperan menjaga titik-titik yang membutuhkan perhatian khusus. Sementara itu, patroli warga diharapkan memperkuat pengawasan di lingkungan permukiman secara rutin.
Belum ada rincian lokasi spesifik titik pengamanan maupun mekanisme patroli yang disampaikan dalam keterangan tersebut. Namun, Dedi menegaskan perlunya pengamanan yang mencakup Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat.
