Seorang WNA Aljazair berinisial MBC mengaku mengalami dugaan penganiayaan saat ditangani di Polsek Kuta, Bali. Kuasa hukumnya menyebut ada sekitar 10 orang anggota yang memukul kliennya setelah MBC dituduh mencuri di dua lokasi, yakni Bali Mall Galeria dan Beachwalk Pantai Kuta Bali.
Florentina, yang akrab disapa Laura, mengatakan kliennya sudah ditahan sejak 6 Juni 2026. Ia menuturkan kondisi korban kini menjadi perhatian utama karena MBC mengeluhkan nyeri pada bagian alat vital dan salah satu buah pelirnya disebut mengecil.
Kondisi Korban Masih Dipantau Dokter
Laura menjelaskan pihaknya sudah membawa MBC ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis. Saat ini, dokter urologi sedang menilai apakah organ vital korban masih berfungsi normal atau tidak.
Pemeriksaan itu disebut akan berlangsung selama tujuh hari ke depan. Dari hasil observasi tersebut, dokter akan menentukan apakah diperlukan tindakan lanjutan, termasuk kemungkinan bedah urologi.
Menurut kuasa hukum, pemeriksaan awal juga menemukan testis MBC mengecil. Namun, ia menegaskan kliennya punya riwayat cedera pada bagian itu sejak 2019 akibat pemukulan yang pernah dialami sebelumnya.
Ada Klaim Pemukulan dan Ancaman Senjata
Laura menyebut MBC mengaku dipukul karena tidak mengakui tuduhan pencurian dan tidak bersedia menunjukkan tempat tinggal saat diperiksa. Ia juga menyampaikan bahwa kliennya mengaku sempat ditodong senjata ke arah alat kelaminnya.
Meski begitu, pihak kuasa hukum menegaskan semua itu masih berupa dugaan berdasarkan cerita klien. Mereka belum ingin menyebut siapa pelaku maupun menyimpulkan perkara sebelum ada bukti yang kuat.
Dalam penjelasannya, Laura mengatakan MBC sebenarnya mengaku mencuri dan bersedia mengganti rugi. Namun, kata dia, hingga kini pihak toko belum mengakomodasi hal tersebut.
Istri dan Anak Juga Ikut Ditahan
Tidak hanya MBC, istri dan anaknya yang masih berusia 1 tahun juga disebut ikut ditahan. Menurut Laura, istri MBC saat ini dititipkan di Lapas Wanita Kerobokan, sementara sang anak ikut bersama ibunya karena masih balita.
Ia menambahkan anak tersebut memiliki penyakit jantung dan pihaknya mengantongi bukti medis terkait kondisi itu. Laura juga menyebut istri MBC sempat mencoba bunuh diri dengan jarum yang ditusukkan ke pergelangan tangan, tetapi berhasil dicegah.
Selain itu, keluarga di Aljazair disebut sempat meminta agar tersangka diberi kesempatan berkomunikasi dengan orang tua mereka. Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi menurut informasi yang diterima kuasa hukum.
Sengketa Perkara Pencurian Masih Berjalan
Dalam perkara pokok, MBC dan istrinya diduga terlibat pencurian sejumlah barang bermerek Adidas di dua lokasi berbeda di kawasan Kuta. Di Beachwalk Shopping Center, barang yang diduga diambil berupa enam potong pakaian dan tiga topi.
Sementara di MBG, barang yang diduga diambil meliputi tiga pakaian dan dua topi. Laura mengatakan penyidikan sejauh ini disebut mengacu pada rekaman kamera pengawas, tetapi pihaknya belum menerima salinan Berita Acara Pemeriksaan secara lengkap.
Karena itu, kuasa hukum mengaku belum bisa mempelajari seluruh alat bukti yang dimiliki penyidik. Mereka masih menunggu dokumen penyidikan agar perkara bisa dipahami secara utuh.
Polsek Kuta Bantah Ada Kekerasan
Kapolsek Kuta Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan saat dikonfirmasi menyebut pihaknya masih menyusun laporan lengkap terkait hasil pemeriksaan kesehatan MBC. Ia mengatakan informasi resmi akan disampaikan melalui Seksi Humas Polresta agar semua media menerima keterangan yang sama.
Laksmi juga membantah adanya tindak kekerasan selama penanganan MBC. Menurut dia, yang bersangkutan sakit bukan akibat kekerasan fisik dan sejak awal diamankan disebut kooperatif.
Hingga kini, dugaan penganiayaan itu masih bertumpu pada pengakuan MBC melalui kuasa hukumnya. Polisi menegaskan belum ada kesimpulan resmi yang menyatakan terjadi kekerasan fisik selama proses penangkapan maupun pemeriksaan terhadap tersangka.
