Peringatan Dell Tentang AI, Lonjakan Memori 625 Kali Bisa Dorong Kenaikan Harga Bertahun-Tahun

Author: Qoo Media

Lonjakan kebutuhan memori untuk infrastruktur AI diperkirakan belum mencapai puncaknya. CEO Dell, Michael Dell, memperingatkan permintaan memori di pusat data AI bisa melonjak hingga 625 kali lipat pada 2028, sementara kapasitas pasokan tidak bisa bertambah secepat itu.

Peringatan ini penting karena kenaikan permintaan memori sudah mulai terasa di pasar. Harga RAM naik dalam beberapa pekan terakhir, dan dampaknya ikut mendorong biaya berbagai perangkat elektronik serta investasi server AI menjadi lebih mahal.

Permintaan memori AI naik sangat tajam

Dalam forum Bank of America yang dikutip ET News, Michael Dell menjelaskan bahwa struktur permintaan baru sedang terbentuk di industri AI. Menurut dia, kebutuhan total memori meningkat bersamaan dengan naiknya kapasitas memori per akselerator dan bertambahnya jumlah sistem yang dipasang di pusat data.

Dell menyebut total permintaan memori di infrastruktur AI dapat melonjak sekitar 625 kali. Proyeksi itu berasal dari dua faktor utama yang tumbuh bersamaan dalam beberapa tahun ke depan.

Berikut penjelasan sederhana perhitungan yang disampaikan Dell:

  1. Memori per akselerator AI naik dari 80GB pada 2022.
  2. Pada 2028, kapasitas itu diperkirakan mendekati 2TB per akselerator.
  3. Kenaikan tersebut setara sekitar 25 kali lipat.
  4. Jumlah akselerator yang dipasang juga diproyeksikan tumbuh 25 kali.
  5. Jika digabung, hasilnya menjadi 625 kali peningkatan permintaan total memori.

Perhitungan itu menunjukkan bahwa ledakan kebutuhan AI bukan hanya soal lebih banyak chip, tetapi juga soal setiap sistem membutuhkan memori jauh lebih besar. Artinya, tekanan tidak hanya terjadi pada GPU, tetapi juga pada DRAM dan teknologi memori lain yang menjadi fondasi server AI.

Pasokan dinilai sulit mengejar

Menurut Dell, hambatan utamanya ada pada sisi manufaktur. Ia menegaskan bahwa ekspansi kapasitas pasokan memori membutuhkan waktu bertahun-tahun, sedangkan permintaan infrastruktur AI terus berjalan tanpa tanda perlambatan berarti.

Pernyataan itu sejalan dengan karakter industri semikonduktor yang sangat padat modal. Penambahan fasilitas produksi, peningkatan yield, dan migrasi ke teknologi memori baru umumnya memerlukan investasi besar dan waktu panjang sebelum benar-benar menghasilkan volume pasokan yang stabil.

Kondisi ini membuka risiko harga tinggi bertahan lebih lama. Jika permintaan terus menanjak saat pasokan masih ketat, pembeli korporasi bisa terdorong membayar lebih mahal demi mengamankan komponen penting untuk ekspansi AI.

Mengapa perusahaan tetap mau membeli

Dell menilai perusahaan besar kemungkinan tidak punya banyak pilihan. Ia mengatakan tidak masuk akal bagi pekerja berbasis pengetahuan dengan penghasilan $100,000 per tahun untuk tetap memakai PC usang atau sistem yang tidak efisien.

Dari sudut pandang bisnis, biaya perangkat dan infrastruktur sering dinilai lebih kecil dibanding potensi kehilangan produktivitas. Karena itu, menurut Dell, perusahaan akan tetap berinvestasi agar karyawan dan sistem AI mereka memakai sumber daya terbaik yang tersedia.

Ia juga menyatakan bahwa pertanyaan bagi banyak perusahaan bukan lagi apakah harus membeli, melainkan kapan harus membeli. Kalimat itu menunjukkan bahwa keputusan belanja teknologi kini lebih dipengaruhi urgensi operasional daripada sekadar pertimbangan harga jangka pendek.

Dampak ke industri memori dan perangkat

Perubahan pola permintaan ini mulai menggeser arah industri memori global. Micron, yang termasuk tiga besar produsen chip memori dunia, sebelumnya mengumumkan keluar dari bisnis memori konsumen untuk lebih fokus pada chip bagi pusat data.

Langkah itu memberi sinyal bahwa marjin dan prospek pertumbuhan lebih besar kini berada di segmen server AI. Jika tren ini berlanjut, pasokan untuk pasar konsumen bisa menghadapi tekanan tambahan karena prioritas produksi beralih ke kebutuhan data center.

Dampaknya dapat terlihat pada beberapa lapisan pasar:

Area dampak Efek utama
Pusat data AI Biaya server dan ekspansi klaster naik
Produsen perangkat Harga komponen memori lebih tinggi
Konsumen Harga PC, laptop, dan perangkat lain berpotensi ikut naik
Industri chip Fokus bergeser ke memori bernilai tinggi untuk AI

Selain memori, GPU berperforma tinggi juga tetap menjadi rebutan di pusat data AI. Kombinasi permintaan GPU dan memori berkapasitas besar membuat biaya membangun infrastruktur AI generatif semakin mahal, terutama bagi perusahaan yang ingin mempercepat pelatihan model dan inferensi dalam skala besar.

Dalam konteks ini, peringatan Michael Dell menggarisbawahi satu hal penting: persaingan AI tidak hanya ditentukan oleh model dan perangkat lunak, tetapi juga oleh kemampuan mendapatkan pasokan memori yang cukup. Selama ekspansi kapasitas manufaktur masih tertinggal dari laju pembangunan infrastruktur AI, tekanan harga pada DRAM, RAM, dan komponen terkait berpotensi tetap tinggi selama beberapa tahun ke depan.

Source: www.indiatoday.in
Terbaru