Review Xiaomi 17T Pro, Baterai 7.000 mAh Tahan Dua Hari dan Kamera Zoom 5x Tetap Nendang

Xiaomi 17T Pro datang dengan dua nilai jual yang langsung terasa dalam pemakaian harian, yaitu baterai besar yang awet dan kamera yang konsisten memuaskan. Kombinasi ini membuat ponsel ini menonjol di tengah persaingan kelas atas yang makin padat.

Upgrade terbesarnya justru bukan pada tampilan luar, melainkan pada daya tahan dan pengalaman memotret. Bagi pengguna yang aktif membuat konten, menjelajahi media sosial, hingga bermain game, dua aspek itu jadi alasan utama Xiaomi 17T Pro layak dilirik.

Beberapa bulan lalu, Xiaomi memperkenalkan Xiaomi 17 series sebagai penerus Xiaomi 15 series. Lompatan penamaan itu juga terjadi di lini T-series lewat kehadiran Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro.

Xiaomi 17T Pro diposisikan sebagai versi yang lebih besar dari model standar. Ponsel ini tetap mempertahankan konfigurasi kamera generasi sebelumnya, tetapi membawa peningkatan pada chipset, baterai, dan pengisian daya.

Baterai jadi sorotan utama

Perubahan paling besar ada pada baterainya yang kini memakai teknologi silikon karbon. Berkat teknologi ini, Xiaomi bisa menanamkan baterai 7.000 mAh tanpa membuat bodinya jauh lebih tebal.

Dalam pengujian, daya tahannya bisa mencapai dua hari untuk penggunaan normal. Skenario itu mencakup membuat dan mengedit konten, bermain media sosial, mendengarkan musik, sampai bermain game.

Uji PCMark mencatat battery life Xiaomi 17T Pro mencapai 18 jam 57 menit. Angka ini cukup dekat dengan klaim Xiaomi yang menyebut daya tahan hingga 20,3 jam untuk penggunaan terus-menerus.

Pengisian dayanya juga ikut ditingkatkan menjadi 100W, naik tipis dari 90W pada pendahulunya. Baterainya bisa terisi 35% dalam 15 menit, 63% dalam 30 menit, dan penuh 100% dalam 45 menit.

Kamera masih jadi andalan

Di sektor kamera, Xiaomi 17T Pro membawa kamera utama 50 MP dengan OIS dan sensor Light Fusion 950. Ada juga kamera periskop telephoto 50 MP dengan optical zoom 5x dan OIS, kamera ultrawide 13 MP, serta kamera depan 32 MP.

Ponsel ini tetap mengusung dua gaya pemrosesan khas Leica. Leica Authentic menawarkan warna yang lebih natural, sedangkan Leica Vibrant memberikan saturasi yang lebih tinggi.

Hasil foto dari kamera utamanya tampil cerah dengan detail yang sangat baik. Pemisahan subjek dan latar di mode Photo juga dinilai sudah bagus, sementara mode Portrait cocok untuk hasil yang lebih dramatis.

Kamera telephoto menjadi salah satu kekuatan terbesar perangkat ini. Foto dengan zoom 5x tetap kaya detail, meski warna yang dihasilkan sedikit lebih pucat dibanding kamera utama.

Kemampuan telephoto itu juga berguna untuk foto makro. Kamera ini bisa mengambil gambar dari jarak fokus 30 cm, dengan mode Super Macro yang secara default memakai zoom 5x, sementara mode Photo bisa memanfaatkan zoom 10x untuk hasil lebih dekat.

Dalam kondisi minim cahaya, performa kameranya tetap kuat. Foto malam terlihat tajam, dynamic range luas, dan minim artefak, termasuk saat memakai zoom 5x.

Performa kencang untuk kerja dan game

Xiaomi 17T Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500 berfabrikasi 3nm. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X 12GB dan memori internal hingga 512GB dengan format UFS 4.1.

Konfigurasi itu membuat kinerjanya mulus di berbagai skenario. Aktivitas ringan seperti browsing dan scrolling lancar, begitu juga multitasking dan game berat.

PUBG Mobile bisa dimainkan dengan pengaturan grafis rata kanan. Sementara Genshin Impact berjalan di kualitas High secara default, dan saat dinaikkan ke level Highest, gameplay tetap lancar tanpa lag.

Layar terang, desain masih familiar

Dari sisi desain, Xiaomi 17T Pro memang sangat mirip dengan Xiaomi 15T Pro. Bobotnya 219 gram dengan ketebalan 8,3 mm, hanya sedikit berbeda dari generasi sebelumnya yang berbobot 210 gram dan tebal 8 mm.

Panel belakangnya dilindungi Gorilla Glass 7i dan dibingkai aluminium alloy. Perangkat ini juga mengantongi rating IP68 untuk ketahanan terhadap percikan air dan debu.

Modul kameranya berbentuk persegi dan cukup menonjol, dengan tulisan Leica di bagian tengah. Finishing matte pada varian Black membantu bodi tidak mudah dipenuhi sidik jari, meski permukaan belakang tetap terasa agak licin.

Layar AMOLED 6,83 inch beresolusi 1,5K masih dipertahankan dari generasi sebelumnya. Panel ini mendukung Dolby Vision, HDR10+, dan Widevine L1, sehingga cocok untuk menikmati konten YouTube dan Netflix dalam kualitas tinggi.

Kecerahan puncaknya mencapai 3.500 nits. Visibilitas layar tetap tinggi saat dipakai di bawah terik matahari, termasuk ketika mengambil foto atau membuat konten di luar ruangan.

Refresh rate-nya mendukung hingga 144Hz melalui setelan Default dan Custom. Namun dalam penggunaan pada aplikasi seperti Google Chrome dan Instagram, refresh rate yang tercapai tercatat mentok di 120Hz.

Xiaomi belum membekali layar ini dengan teknologi LTPO seperti pada Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Saat layar tidak aktif atau always-on display menyala, refresh rate akan turun hingga 30Hz.

Sensor sidik jari sudah tertanam di dalam layar. Posisinya memang agak ke bawah mendekati bezel, tetapi tetap responsif dan akurat saat dipakai membuka kunci.

Software dan fitur tambahan

Xiaomi 17T Pro menjalankan HyperOS 3 berbasis Android 16. Xiaomi menjanjikan pembaruan sistem operasi hingga lima generasi Android dan pembaruan keamanan selama enam tahun.

Salah satu pembaruan antarmukanya adalah Xiaomi HyperIsland. Fitur ini dapat menampilkan hingga tiga notifikasi real time sekaligus di bilah status.

Ponsel ini juga menjadi perangkat Xiaomi pertama yang mendukung transfer file ke iPhone dan perangkat Apple lain melalui Quick Share dan AirDrop tanpa aplikasi tambahan. Di sisi lain, Xiaomi menyertakan fitur HyperAI seperti AI Writing, AI Speech Recognition, AI Subtitles, AI Erase Pro, AI Beautify, AI Image Expansion, dan AI Film untuk membantu produktivitas serta kreasi konten.

Source: inet.detik.com
Terkait