372 Polisi Jateng Ditempa Jelang May Day, Pengamanan Humanis Disiapkan dari Polda

Sebanyak 372 personel Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengikuti latihan pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Kota Semarang. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kesiapan aparat dalam mengawal penyampaian aspirasi buruh secara aman, tertib, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo memimpin langsung Latihan Kesiapan Satuan itu pada Senin. Ia menekankan bahwa pengamanan May Day harus berjalan profesional, terukur, dan sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.

Fokus pada pendekatan humanis

Irjen Ribut menegaskan kehadiran polisi di tengah masyarakat harus memberi rasa aman, bukan memicu ketegangan. Karena itu, setiap personel diminta memahami bahwa pengamanan aksi buruh memerlukan komunikasi yang baik, kemampuan negosiasi, dan pengendalian diri.

Menurut dia, pengamanan unjuk rasa tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik. Polisi juga perlu menunjukkan kemampuan membaca situasi dan merespons dinamika massa dengan cara yang tepat.

Lintas fungsi ikut dilibatkan

Ratusan personel yang mengikuti latihan itu berasal dari berbagai polres jajaran di Polda Jateng. Mereka terdiri atas pejabat operasional dan fungsi pendukung, mulai dari Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, hingga Kasi Humas dan Kasi Propam.

Keterlibatan lintas fungsi ini menunjukkan bahwa pengamanan May Day disiapkan secara menyeluruh. Pola tersebut juga menegaskan bahwa tugas pengamanan tidak hanya berada di tangan satu unit, tetapi membutuhkan koordinasi antarsatuan.

Antisipasi isu yang berkembang

Polda Jateng menilai peringatan May Day tahun ini berpotensi diwarnai sejumlah isu strategis. Isu tersebut mencakup ketenagakerjaan, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan pemerintah lain yang bisa memicu perhatian publik.

Berikut poin yang menjadi perhatian dalam latihan kesiapan tersebut:

  1. Pengamanan aksi dilakukan secara profesional sesuai eskalasi.
  2. Pendekatan humanis menjadi prioritas saat melayani massa buruh.
  3. Komunikasi dan negosiasi diperkuat untuk mencegah gesekan.
  4. Seluruh jajaran diminta mengurangi potensi kesalahan di lapangan.
  5. Asesmen dan evaluasi dilakukan sebelum 1 Mei 2026.

Irjen Ribut juga meminta jajarannya melakukan evaluasi melalui proses asesmen agar pelaksanaan tugas di lapangan lebih siap. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan celah kesalahan saat pengamanan pada 1 Mei 2026.

Latihan kesiapan ini menjadi bagian dari persiapan Polda Jateng menghadapi momentum May Day yang kerap diwarnai aksi massa di berbagai daerah. Dengan kesiapan personel dan koordinasi lintas fungsi, kepolisian berharap pengamanan dapat berjalan aman sekaligus memberi ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara tertib.

Source: jateng.jpnn.com
Exit mobile version