Arema FC Store Diserbu Poster Protes, Alarm Keras Usai Kalah Telak di Derbi Jatim

Arema FC Official Store di Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, kembali menjadi sasaran poster-poster bernada protes setelah kekalahan telak dari Persebaya Surabaya di laga derbi Jawa Timur. Sejumlah poster masih terlihat menempel di kaca depan toko resmi klub itu pada Rabu (29/4/2026), dan aksi tersebut langsung menjadi sorotan di tengah meningkatnya kekecewaan suporter.

Kekalahan 0-4 pada Selasa (28/4/2026) memicu respons keras dari sebagian pendukung. Di lokasi, terdapat dua foto yang ditempel dalam poster protes itu, yakni pelatih Arema FC Marcos Santos dan pemain Hansamu Yama Pranata, yang sama-sama disertai pesan ketidakpuasan atas performa tim.

Poster protes kembali muncul di toko resmi Arema FC

Seorang warga sekitar yang melihat langsung kejadian itu menyebut aksi penempelan poster berlangsung pada malam hari. Ia mengatakan ada beberapa orang yang datang lalu menempelkan poster ke area kantor atau toko resmi tersebut sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa hasil buruk di laga derbi tidak hanya memunculkan kekecewaan di stadion, tetapi juga berlanjut ke ruang-ruang publik yang terkait langsung dengan klub. Arema FC Official Store pun kembali menjadi titik simbolik tempat suporter menyalurkan kritik mereka.

Isi protes tertuju ke pelatih dan pemain

Poster pertama memuat foto Marcos Santos dengan tulisan yang berisi desakan agar pelatih asal Brasil itu meninggalkan Arema FC. Sementara itu, poster kedua menampilkan foto Hansamu Yama Pranata dengan seruan, “Jika Tidak Bermain Dengan Hati Silahkan Angkat Kaki”.

Pemilihan dua nama tersebut menunjukkan bahwa kritik suporter tidak hanya mengarah pada hasil akhir pertandingan, tetapi juga pada evaluasi terhadap penampilan tim dan arah pembenahan skuad. Dalam konteks kekecewaan yang besar, poster menjadi bentuk ekspresi terbuka yang mudah terlihat publik.

Bukan kali pertama Arema FC Official Store disasar protes

Aksi penempelan poster ini tercatat sebagai kejadian kedua yang menyasar Arema FC Official Store. Peristiwa serupa pernah terjadi pada 31 Desember 2025, saat Arema FC kalah dari Persita Tangerang di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kala itu, Aremania juga menyampaikan protes melalui poster bernada kritik atas hasil minor tim. Pola yang berulang ini menunjukkan bahwa hasil pertandingan buruk kerap memicu reaksi langsung dari basis suporter yang menuntut pembenahan.

Manajemen apresiasi kritik yang tetap kondusif

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan apresiasi kepada Aremania yang dinilai tetap kondusif saat menyampaikan kekecewaan. Ia menilai kritik tersebut masih dalam koridor yang konstruktif dan patut dihargai.

Yusrinal juga menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania dan seluruh pecinta sepak bola di Malang Raya atas hasil di laga derbi. Ia mengajak semua pihak melihat persoalan ini sebagai bagian dari evaluasi teknis sepak bola, bukan sekadar emosi sesaat.

Di tengah tekanan akibat hasil buruk tersebut, hubungan antara tim dan suporter kembali diuji melalui respons publik di sekitar markas resmi klub. Poster-poster itu menjadi penanda bahwa kekalahan di laga derbi Jatim masih menyisakan konsekuensi yang kuat bagi suasana di sekitar Arema FC.

Source: jatim.tribunnews.com
Exit mobile version