Bank Jateng Cabang Koordinator Pati menegaskan dana CSR untuk Program Beasiswa Garuda tetap akan mengalir bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi. Namun, besaran alokasi khusus untuk beasiswa masih menunggu keputusan Pemerintah Kabupaten Pati sebagai pihak yang menentukan pembagian anggaran.
Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, Pramudjianto, menyebut CSR bank itu setiap tahun memang dipakai untuk berbagai program sosial. Selain pendidikan, dana tersebut juga diarahkan ke pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, rehabilitasi rumah tidak layak huni, bantuan kebencanaan, dan pengentasan kemiskinan.
Pembagian Menunggu Usulan Pemkab
Pramudjianto menegaskan Bank Jateng tidak menentukan sendiri besaran anggaran untuk masing-masing program. Seluruh pembagian dilakukan berdasarkan usulan dan kebutuhan yang disusun pemerintah daerah.
Ia mengatakan pihaknya belum mengetahui ploting dana untuk beasiswa karena kewenangan itu ada di Pemkab Pati. Menurut dia, alokasi bisa saja masuk ke UMKM, stunting, beasiswa, RTLH, maupun program kebencanaan sesuai kebutuhan yang ditetapkan daerah.
Dana CSR Bank Jateng tahun 2026 baru bisa disalurkan setelah mekanisme dari kantor pusat selesai pada 1 Juli 2026. Setelah administrasi rampung, proses penyaluran dapat dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski belum ada kepastian besaran untuk Beasiswa Garuda, Pramudjianto memastikan pendidikan tetap menjadi prioritas. Total CSR Bank Jateng tahun 2026 disebut sekitar Rp1,5 miliar untuk berbagai kegiatan sosial.
Pengelolaan Dibuat Akuntabel
Pramudjianto juga menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel dalam pembiayaan program beasiswa. Karena itu, penentuan penerima dan pembagian anggaran diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah agar mekanismenya jelas dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Ia menyebut Bank Jateng siap membantu setiap tahun selama program CSR dibutuhkan. Namun, alokasi tetap harus mengikuti keputusan Pemkab agar penyalurannya sesuai aturan.
Di sisi lain, Pemkab Pati sebelumnya memastikan tunggakan Beasiswa Garuda selama tiga bulan akan dicairkan mulai pekan depan. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjelaskan keterlambatan terjadi karena dana CSR dari sejumlah perusahaan baru diterima pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Pemkab juga memastikan program beasiswa untuk 183 mahasiswa penerima tetap berlanjut hingga mereka menyelesaikan pendidikan. Pemerintah daerah ke depan berupaya memperkuat regulasi agar pembiayaan beasiswa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada CSR, melainkan juga dapat didukung APBD supaya keberlanjutan program lebih terjamin.
Source: lingkartv.com






