Dedi Mulyadi Minta Maaf Soal Perbandingan Jabar, Wagub Kalbar Justru Tantang Balik!

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons santai tantangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan yang viral di media sosial. Dedi menyampaikan apresiasi atas perhatian itu dan meminta maaf jika langkah pembangunan di Jawa Barat dinilai menyinggung daerah lain.

Pernyataan tersebut muncul setelah potongan video yang membandingkan kondisi jalan di Kalimantan Barat dan Jawa Barat ramai dibicarakan publik. Dedi menegaskan pembangunan di Jawa Barat tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi bahan perbandingan dengan provinsi lain.

Dedi Mulyadi Sampaikan Permintaan Maaf

Dalam pernyataan yang dikutip dari akun Instagram pribadinya dan telah dikonfirmasi, Dedi menyebut tidak ada niat memperhadapkan Jawa Barat dengan daerah lain. Ia menilai setiap pemerintah daerah punya tantangan yang berbeda dan tidak semestinya dipertentangkan secara berlebihan.

“Mohon maaf saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” ujar Dedi. Ia juga mengucapkan terima kasih atas tantangan yang dilontarkan Krisantus.

Awal Polemik dari Video yang Viral

Polemik berawal dari video yang beredar luas di media sosial dan memunculkan perbandingan kondisi infrastruktur antarprovinsi. Konten itu memantik reaksi karena menyentuh isu sensitif soal ketimpangan jalan dan kemampuan fiskal daerah.

Krisantus kemudian menjelaskan bahwa perbandingan itu tidak tepat jika melihat skala wilayah dan kapasitas anggaran kedua provinsi. Menurut dia, persoalan infrastruktur di Kalimantan Barat tidak bisa dinilai hanya dari satu parameter tanpa melihat luas wilayah dan kemampuan APBD.

Perbedaan Luas Wilayah dan APBD

Krisantus memaparkan bahwa Jawa Barat dan Kalimantan Barat memiliki beban pembangunan yang sangat berbeda. Ia menyebut Jawa Barat memiliki luas sekitar 43.000 kilometer persegi, sedangkan Kalimantan Barat mencapai 171.000 kilometer persegi.

Perbedaan lain juga terlihat pada kemampuan fiskal kedua daerah. Krisantus menyampaikan APBD Jawa Barat berada di kisaran Rp 31 triliun, sementara APBD Kalimantan Barat sekitar Rp 6 triliun.

  1. Luas Jawa Barat: sekitar 43.000 kilometer persegi
  2. Luas Kalimantan Barat: sekitar 171.000 kilometer persegi
  3. APBD Jawa Barat: sekitar Rp 31 triliun
  4. APBD Kalimantan Barat: sekitar Rp 6 triliun

Krisantus Tantang Dedi Mulyadi Pimpin Kalbar

Dalam pernyataannya yang ikut viral, Krisantus bahkan melontarkan tantangan terbuka kepada Dedi Mulyadi. Ia meminta Dedi mencoba memimpin Kalimantan Barat dengan keterbatasan APBD yang ada.

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp 6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” kata Krisantus dalam video yang beredar.

Ungkapan itu kemudian meluas menjadi perbincangan karena dinilai menggambarkan kompleksitas pembangunan di daerah dengan wilayah luas dan anggaran terbatas. Di tengah sorotan itu, respons Dedi dipilih dengan nada lebih tenang dan menekankan bahwa tiap daerah memiliki kondisi yang tidak sama.

Respons yang Menjaga Hubungan Antarwilayah

Sikap Dedi dinilai menjaga ruang dialog antardaerah agar tidak berubah menjadi saling menyalahkan. Dengan meminta maaf jika Jabar dianggap menyinggung daerah lain, Dedi menempatkan isu ini sebagai persoalan persepsi, bukan konflik terbuka.

Pernyataan itu juga menegaskan bahwa pembangunan daerah seharusnya dibaca dalam konteks kebutuhan, kapasitas fiskal, dan karakter geografis masing-masing wilayah. Hingga kini, pernyataan kedua kepala daerah tersebut masih menjadi perhatian warganet karena menyentuh isu besar tentang pemerataan pembangunan di Indonesia.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: regional.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button